Kadin Siapkan 4 Agenda Strategis Awal 2026, Berikut Daftarnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan empat program strategis pada awal tahun 2026 guna memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global, membuka peluang investasi dan perdagangan, serta menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Empat agenda tersebut mencakup partisipasi Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) Davos, penyelenggaraan ASEAN Business Advisory Council (ABAC) Business Conference, Jakarta Food Security Summit, serta Indonesia Economic Outlook.
Baca Juga
Kadin Indonesia Ingin Tampilkan Wajah Pemimpin Selatan-selatan di WEF
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyebutlkan bahwa WEF Davos yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 menjadi agenda terdekat sekaligus paling krusial sebagai panggung promosi investasi dan perdagangan Indonesia di kancah global. Davos mempertemukan pemimpin bisnis, pemerintah, dan lembaga non-pemerintah internasional.
“Yang di depan mata itu pertama adalah World Economic Forum Davos. Davos adalah ajang yang sangat baik untuk mempromosikan investasi dan perdagangan, dan Kadin sangat semangat mendukung pemerintah dalam forum ini,” ujar Anindya, usai Rapat Pengurus Harian Kadin Indonesia yang dihadiri jajaran pengurus Kadin Indonesia, antara lain James T. Riady, Shinta Widjaja Kamdani, Mulyadi Jayabaya, Carmelita Hartoto, Nita Yudi, dan M. Aziz Syamsuddin, di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi pleno WEF pada 22 Januari, sementara sehari sebelumnya akan digelar Indonesian Night sebagai ajang jejaring pelaku usaha global. Kadin bersama Danantara dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi bertindak sebagai co-host.
Momentum Davos dinilai strategis di tengah meningkatnya fragmentasi geopolitik global serta isu triple bubble, yakni artificial intelligence (AI), utang global, dan kripto. Dengan kehadiran 70 pemimpin negara dan lebih dari 3.000 tokoh global, forum ini menjadi peluang Indonesia menyeimbangkan posisi di antara kekuatan ekonomi besar seperti Amerika Serikat, China, G20, APEC, hingga BRICS.
Baca Juga
Agenda kedua adalah Jakarta Food Security Summit pada Mei 2026 di Balai Kartika, Jakarta. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin, Juan Permata Adoe, menyebut forum ini difokuskan pada ketahanan pangan dan energi nasional, termasuk isu biofuel 40–50 dan penurunan produksi kelapa sawit.
Agenda ketiga yaitu ABAC Business Conference pada 7–9 Februari 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta. Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin, Bernardino M. Vega, menyebut forum ini akan membahas empat isu: konektivitas, integrasi regional, keberlanjutan, dan ASEAN. Indonesia akan mendorong tiga gagasan utama, yakni ekonomi hijau dan transisi energi, digitalisasi, serta hilirisasi industri.
Agenda keempat adalah Indonesia Economic Outlook pada 15 Januari 2026 di Menara Kadin Indonesia. Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi, Aviliani, menyebut forum ini menjadi acuan dunia usaha dalam merumuskan strategi 2026.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi 5 persen masih dapat dicapai tahun depan, dengan catatan kontribusi BUMN, swasta, dan Danantara dapat menggantikan sebagian proyek infrastruktur yang anggarannya menurun di APBN. Forum juga membahas proyeksi ekonomi global, persepsi investor asing, dan kondisi ekonomi daerah.
Aviliani menambahkan momentum pemulihan ekonomi yang mulai terbentuk didorong peningkatan konsumsi dan penyaluran kredit, serta efektivitas belanja pemerintah dan transfer ke daerah yang dinilai krusial menjaga pertumbuhan nasional.

