BYD Geser Tesla Sebagai Produsen EV Paling Laris di Dunia
Poin Penting
|
NEW YORK, investotrust.id - BYD resmi menggeser Tesla sebagai pembuat mobil listrik (electric vehicle/EV) paling laris di dunia pada 2025. Pergeseran ini terjadi setelah penjualan Tesla kembali anjlok, sementara BYD mencatat pertumbuhan kuat di pasar global.
Tesla melaporkan pengiriman 1,64 juta unit kendaraan sepanjang 2025, turun sekitar 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, BYD membukukan penjualan 2,26 juta kendaraan, menjadikannya produsen EV terbesar dunia berdasarkan volume penjualan.
Menurut laporan AP News, Minggu (4/1/2026), penurunan penjualan Tesla terjadi untuk tahun kedua berturut-turut. Sejumlah faktor menekan kinerja perusahaan, mulai dari berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat, meningkatnya persaingan dari produsen China, hingga reaksi sebagian konsumen terhadap sikap politik CEO Tesla, Elon Musk.
Kinerja Tesla pada kuartal IV-2025 juga berada di bawah ekspektasi pasar. Perusahaan hanya menjual 418.227 unit, lebih rendah dari perkiraan analis sekitar 440.000 unit. Penghentian insentif pajak pembelian EV senilai US$ 7.500 pada akhir September turut menekan permintaan.
Baca Juga
BYD dan Denza Kuasai 57% Pasar Mobil Listrik Nasional, Ini Model Paling Favorit
Meski penjualan melemah, investor masih menaruh harapan pada strategi jangka panjang Tesla. Sepanjang 2025, saham Tesla masih menguat sekitar 11% yang mencerminkan optimisme terhadap pengembangan layanan robotaxi, bisnis penyimpanan energi, dan robot humanoid.
Tesla juga meluncurkan versi lebih murah Model Y dan Model 3 pada kuartal akhir 2025 sebagai upaya menggenjot penjualan dan bersaing dengan produsen China di Eropa dan Asia. Namun, dampak strategi tersebut dinilai belum signifikan dalam menahan penurunan penjualan tahunan.
Sementara itu, BYD terus memperkuat posisinya melalui portofolio produk yang luas, harga kompetitif, serta dukungan pasar domestik China yang besar. Perusahaan ini juga agresif memperluas ekspansi ke Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.
Di Indonesia sendiri, pasar EV nasional mencatat lonjakan signifikan sebesar 12% jelang akhir tahun 2025. Dari angka tersebut BYD dan Denza mampu menguasai sekitar 57% pangsa pasar mobil listrik di Tanah Air.
Baca Juga
Kompetitor Elon Musk Siapkan Mobil Swakemudi yang Lebih Canggih dari Tesla
Sepanjang Januari hingga November 2025, BYD mencatat penjualan lebih dari 47.300 unit kendaraan listrik, setara dengan sekitar 57% dari total penjualan EV nasional. Capaian ini melampaui total penjualan EV nasional sepanjang 2024 yang tercatat sekitar 43.000 unit.
Indonesia pun dinilai menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan EV tercepat di kawasan Asia Tenggara. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menyebut pertumbuhan pasar EV sepanjang 2025 berlangsung sangat kuat, meski industri otomotif secara umum menghadapi perlambatan.
“Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, BYD Indonesia senang dapat berkontribusi sebagai kontributor utama dengan penjualan lebih dari 47.000 unit atau menopang lebih dari 57% kendaraan listrik yang tersebar secara nasional,” ujar Eagle Zhao dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.

