Kredit Rumah Subsidi Tembus Rp 34,64 Triliun untuk 278.868 Unit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) alias rumah subsidi sepanjang 2025 tembus di 278.868 unit rumah dengan nilai Rp 34,64 triliun per 31 Desember 2025.
Penyaluran tersebut dilakukan melalui 40 bank penyalur dan melibatkan 22 asosiasi perumahan yang tersebar di 13.249 perumahan, dikelola oleh 8.113 pengembang di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyatakan, capaian tersebut merupakan realisasi tertinggi sepanjang sejarah penyaluran FLPP.
“Walaupun tidak sampai ke titik 350.000 unit, namun pencapaian tahun ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah penyaluran dana FLPP sejak tahun 2010,” kata Heru dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (1/1/2026).
Berdasarkan data BP Tapera, penerima manfaat FLPP 2025 didominasi pekerja swasta sebanyak 205.311 unit rumah atau 73,63%. Selanjutnya, wiraswasta menerima 39.218 unit rumah (14,06%), aparatur sipil negara (ASN) 20.814 unit rumah (7,46%), TNI/Polri 5.409 unit rumah (1,94%), serta kelompok lainnya 8.083 unit rumah (2,90%).
Jika dibandingkan dengan 2024, penerima manfaat FLPP dari pekerja swasta meningkat 31,3%, wiraswasta naik 58,7%, PNS tumbuh 145,7%, dan TNI/Polri meningkat 36,9%.
Dari sisi bank penyalur, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) masih mendominasi dengan realisasi 132.744 unit rumah atau 47,60% dari total penyaluran FLPP. Posisi berikutnya ditempati Bank Syariah Indonesia (BSI) 59.463 unit rumah (21,32%), BRI 32.206 unit rumah (11,54%), BNI 15.159 unit rumah (5,44%), dan Bank Mandiri 11.122 unit rumah (3,98%).
Sementara itu, dari sisi asosiasi pengembang, Realestat Indonesia (REI) menempati peringkat pertama dengan pembangunan 117.680 unit rumah atau 42,20%. Selanjutnya Apersi 82.514 unit rumah (29,59%), Himperra 37.593 unit rumah (13,48%), Appernas Jaya 9.522 unit rumah (3,41%), dan Asprumnas 9.207 unit rumah (3,30%).
Baca Juga
Secara wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan penerima manfaat FLPP tertinggi, yakni 62.591 unit rumah atau 22,44%. Disusul Jawa Tengah 24.470 unit rumah (8,77%), Sulawesi Selatan 23.255 unit rumah (8,34%), Banten 18.966 unit rumah (6,80%), dan Jawa Timur 18.361 unit rumah (6,58%).
Untuk tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bekasi mencatat penerima manfaat tertinggi dengan 14.702 unit rumah. Diikuti Kabupaten Bogor 10.195 unit rumah, Kabupaten Tangerang 8.246 unit rumah, Kabupaten Karawang 7.097 unit rumah, Kota Kendari 6.895 unit rumah, Kabupaten Maros 6.233 unit rumah, Kota Palembang 6.198 unit rumah, Kabupaten Deli Serdang 5.992 unit rumah, Kabupaten Kubu Raya 5.246 unit rumah, dan Kabupaten Gowa 5.242 unit rumah.
Heru menambahkan, realisasi penyaluran FLPP 2025 mencapai 79,68% dari target pemerintah sebesar 350.000 unit rumah.
“Dengan komposisi 99,99% atau 278.865 unit merupakan rumah tapak dan sisanya 0,001% atau tiga unit merupakan rumah susun,” ujar Heru.
Di tahun 2026, BP Tapera menargetkan penyaluran FLPP sebanyak 350.000 unit rumah dengan total anggaran Rp 37,1 triliun.
“Tahun depan, target penyaluran dana FLPP sebesar 350.000 unit rumah dengan dana Rp 37,1 triliun, yang berasal dari anggaran DIPA, pengembalian pokok, serta saldo awal tahun,” tegas Heru.
Ia turut menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan pencadangan pembiayaan investasi guna mendukung target tersebut.
“Sesuai dengan Nota Keuangan tahun 2026, pemerintah mengalokasikan pencadangan pembiayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran FLPP sampai dengan 350.000 unit rumah,” pungkas Heru.
Baca Juga
Per 18 Desember, BP Tapera Salurkan FLPP Rp 32,28 Triliun untuk 259.841 Rumah

