Asus Catat 'Market Share' 11% di Segmen B2B-B2G, Tembus 3 Besar Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asus Indonesia mencatatkan peningkatan pangsa pasar (market share) bisnis Business to Business (B2B) dan Business to Government (B2G) menjadi 11% sepanjang 2025, naik dari 10% pada 2024. Capaian ini mengantarkan merek asal Taiwan itu masuk tiga besar merek laptop dan PC komersial nasional.
Country Commercial Product Marketing Asus Indonesia Aldy Ramadiansyah menyebut lonjakan tersebut menjadi bukti konsistensi strategi Asus di segmen komersial, meski persaingan pasar B2B dan B2G semakin ketat.
“Di 2024 market share kami masih di kisaran 5%. Pada 2025 naik signifikan menjadi 11%. Ini pencapaian yang cukup besar, apalagi kami baru mulai agresif sejak pertengahan tahun,” ujar Aldy dalam acara Media Roundtable di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Aldy menjelaskan, akselerasi Asus di segmen bisnis mulai terlihat sejak peluncuran Expert Series pada Juni 2025. Produk ini dirancang khusus untuk kebutuhan korporasi dan pemerintahan, dengan fokus pada durabilitas, keamanan, dan layanan purnajual.
Sederet uji coba ekstrem mulai dari uji banting hingga uji ketahanan air dilakukan untuk membangun kepercayaan pasar bahwa perangkat Asus layak digunakan di lingkungan kerja berat. “Kami ingin mengubah persepsi bahwa Asus hanya kuat di consumer. Expert Series membuktikan kami juga serius dan kompetitif di pasar B2B dan B2G,” jelas Aldy.
Baca Juga
Salip Kompetitor, Targetkan Nomor Satu
Dengan pangsa pasar 11%, Asus kini menempati peringkat ketiga nasional, mengungguli beberapa merek lama di segmen komersial. Data tersebut merujuk pada pemantauan lembaga riset industri seperti IDC dan mitra riset internal Asus.
“Dari sebelumnya di posisi empat, sekarang kami sudah di tiga besar. Target kami jelas, dalam tiga tahun ke depan (2028) Asus ingin menjadi nomor satu di pasar komersial Indonesia,” tegas Aldy.
Selain produk, Asus juga menilai layanan purna jual menjadi faktor kunci dalam memenangkan pasar B2B dan B2G. Saat ini Asus mengklaim memiliki jaringan service center dan mitra layanan terluas, termasuk layanan on-site service hingga radius 150 kilometer.
Asus juga menawarkan garansi tiga tahun menyeluruh, termasuk untuk baterai, fitur yang masih jarang ditemukan di segmen laptop bisnis. “Di pasar government dan enterprise, kepercayaan dan layanan jauh lebih penting dibanding sekadar spesifikasi,” ujar Aldy.
Saat ditanya mengenai proyeksi pertumbuhan 2026, Asus sudah menyiapkan 'amunisi' Expert Series dengan performa lebih tinggi, termasuk dukungan grafis RTX untuk kebutuhan instansi dan industri tertentu.
Meski dihadapkan pada tantangan seperti fluktuasi harga komponen, kebijakan TKDN, hingga dinamika anggaran pemerintah, Asus tetap pede pertumbuhan pasar B2B-B2G masih terbuka lebar.
“Kami ingin Expert Series dikenal sebagai pilihan utama untuk bisnis dan profesional. Target kami bukan hanya tumbuh, tapi tumbuh secara eksponensial,” pungkas Aldy.

