BP Tapera Bidik Penyaluran Dana Rp 37,1 Triliun untuk 285.000 Unit Rumah di 2026
Poin Penting
|
SERANG, investortrust.id - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 285.000 unit rumah pada tahun 2026 dengan total kebutuhan dana mencapai Rp 37,1 triliun.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo mengungkapkan, kebutuhan dana tersebut bersumber dari anggaran DIPA sebesar Rp 25,1 triliun, pengembalian pokok FLPP yang digulirkan kembali sebesar Rp 10,4 triliun, serta saldo awal tahun 2026 sebesar Rp 1,6 triliun.
“Sesuai dengan nota keuangan tahun 2026, pemerintah juga mengalokasikan pencadangan pembiayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran FLPP sampai dengan 350.000 unit rumah di tahun depan,” ujarnya, di Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).
Heru mengapresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap kinerja BP Tapera. Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi modal penting bagi seluruh tim BP Tapera untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi negara, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga
Akad Massal 50.030 Rumah Subsidi Tegaskan Komitmen Negara untuk MBR
Menurutnya, Akad Massal 50.030 KPR Sejahtera FLPP & Serah Terima Kunci Rumah Tahun 2025 yang digelar hari ini di Pondok Banten Indah, Serang, Banten, Sabtu (20/12), turut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penyaluran FLPP.
“Tak bisa dipungkiri bahwa akad massal ini, seperti akad massal yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto pada 29 September 2025, memberikan dampak positif pada tingginya penyaluran FLPP di tahun ini,” kata Heru.
Berdasarkan data BP Tapera, hingga 19 Desember 2025, penyaluran FLPP telah mencapai 263.017 unit rumah dengan nilai Rp 32,67 triliun. Penyaluran tersebut melibatkan 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang perumahan, serta didukung oleh 7.998 pengembang.
Rumah subsidi tersebut tersebar di 12.981 kawasan perumahan yang berada di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Capaian ini sekaligus mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah penyaluran FLPP sejak program tersebut diluncurkan pada 2010. Dalam empat tahun terakhir, penyaluran FLPP menunjukkan tren peningkatan, dari 109.253 unit pada 2020 naik menjadi 178.728 unit pada 2021, kemudian 226.000 unit pada 2022 dan 229.000 unit pada 2023.
”Penyaluran dana FLPP sempat mengalami penurunan tahun 2024 sebesar 200.300 unit,” ucap Heru.
Ia mengatakan, data tersebut menunjukkan bahwa KPR subsidi masih sangat diminati, khususnya menjelang akhir tahun. Minat MBR terhadap pembiayaan perumahan subsidi dinilai terus menguat seiring dengan semakin solidnya kolaborasi lintas sektor.
“Tren ini menunjukkan menguatnya penyaluran pembiayaan perumahan bagi MBR, salah satunya karena percepatan kolaborasi lintas sektor dan kerja apik stakeholder ekosistem perumahan di tahun 2025,” ujar Heru.

