Diakuisi Danantara US$ 500 Juta, Hotel di Makkah Bakal Dikelola InJourney
JAKARTA, investortrust.id - BPI Danantara Indonesia telah mengakuisi hotel di dekat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi senilai US$ 500 juta. Hotel dan lahan seluas 5 hektare di bagian depannya itu rencananya akan dibangun kampung haji untuk melayani para jemaah haji dan umrah Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan hotel itu nantinya akan dikelola oleh Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Pengelolaan hotel akan berada di bawah PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.
"Kan kita ada InJourney, nanti kita ada InJourney yang akan mengoperasikan sama-sama hotel ini," kata Rosan dalam keterangan pers kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/12/2025).
Baca Juga
Rosan Lapor ke Prabowo soal Progres Pembangunan Kampung Haji di Makkah
Hotel di kawasan Takher City itu memiliki total 1.461 kamar yang tersebar di tiga tower. Hotel tersebut memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 4.383 jamaah haji Indonesia. Selain itu, pemerintah juga membeli lahan seluas sekitar 5 hektare di area depan hotel tersebut untuk pengembangan lanjutan. Di atas lahan tersebut, Rosan mengatakan, akan dibangun sekitar 13 tower tambahan serta satu mal yang diperuntukkan bagi jamaah haji dan umrah Indonesia.
Dengan pengembangan tersebut, hotel tersebut memiliki kapasitas 6.025 kamar dengan daya tampung lebih dari 23.000 jemaah.
"Dan itu akan bisa mencakup jemaah haji kurang lebih total menjadi lebih dari 23.000. Memang jemaah haji kita nih kurang lebih 200.000. Tapi mungkin kebutuhan kamarnya 100.000, karena ada yang bisa masuk dari Makkah, ada yang bisa masuk dari Madinah," paparnya.
Saat ini, kata Rosan, sedang dibangun jembatan yang akan menghubungkan hotel tersebut dengan Masjidil Haram. Pembangunan jembatan dengan nama Al-Hujun Tunnel itu ditargetkan rampung pada 2026.
Rosan mengungkapkan, akuisisi hotel itu senilai US$ 500 juta lebih. Sementara, untuk pengembangan, termasuk pembangunan 13 tower dan satu mal diperkirakan akan menghabiskan dana senilai US$ 700 juta hingga US$ 800 juta.
"Nilai pembeliannya total itu adalah 500, ya, US$ 500 juta lebih sedikit. Kemudian, untuk rencana kita untuk membangun 13 tower itu dan mal itu, kurang lebih ini baru tentatif, angkanya kurang lebih US$ 700 sampai US$ 800 juta dolar untuk 13 tower plus satu mal. Rencananya seperti itu," ungkapnya.
Selain hotel di Makkah, Danantara saat ini sedang mengikuti proses penawaran pembangunan kampung haji di Arab Saudi. Rosan membeberkan dari total delapan plot yang ditawarkan oleh pemerintah Arab Saudi, Indonesia memilih plot nomor enam, yakni kawasan Western Hindawiyah yang juga berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.
Baca Juga
Wujudkan Kampung Haji, Danantara Akuisisi Hotel dan Tanah Senilai US$ 500 Juta di Makkah
Danantara harus bersaing dengan 90 pihak lain yang juga mengikuti proses penawaran tersebut. Namun, dari 90 pihak yang mengikuti proses penawaran, Indonesia sudah masuk dua besar.
"Ingin saya sampaikan, kalau di sana bidding-nya bukan bidding harga. Harga sudah ditetapkan. Bidding, proses bidding-nya adalah melalui rencana, gambar, kemudian mengikuti peraturan dan yang lain. Dan kita dua besar, alhamdulillah. Dan rencananya akan diumumkan kepada, langsung, itu rencananya mungkin akhir bulan ini atau Januari," paparnya.
Rosan mengatakan, perkembangan positif dari rencana kampung haji ini tidak terlepas dari dukungan dan harapan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan fasilitas kepada para jemaah haji. Rencana itu secara perlahan sudah mulai terwujud.
"Saya sudah laporkan ke Bapak Presiden, sehingga kalau kita mendapatkan lahan itu, insyaallah seluruh jemaah haji kita bisa terlayani, mempunyai tempat yang sangat baik, yang sangat layak, sangat dekat dibandingkan dengan keadaan sekarang. Dan tentunya ini akan menambah, insyaallah, kekhusyukan mereka pada saat melakukan umrah dan haji," katanya.

