Wujudkan Kampung Haji, Danantara Akuisisi Hotel dan Tanah Senilai US$ 500 Juta di Makkah
JAKARTA, investortrust.id - Danantara telah mengakuisisi sebuah hotel di Makkah senilai US$ 500 juta untuk mewujudkan kampung haji yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto. Hotel itu terletak di Takher City, sebuah kawasan terpadu yang berada sekitar 2,5 km dari Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan hotel tersebut terdiri dari 1.461 kamar dan tiga tower. Danantara juga membeli tanah seluas 5 hektare yang berada di bagian depan hotel.
"Kita sudah membeli satu hotel di sana, di daerah Takher. Itu hotel dengan kapasitas kamar 1.461 kamar, 1.461 kamar, dan di tiga tower, dan kita juga membeli tanah di depannya seluas total 5 hektare," kata Rosan seusai menghadap Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga
Rosan Minta Doa supaya Proposal Kampung Haji RI Diterima Pemerintah Saudi
Rosan mengatakan, tanah tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk membangun 13 tower dan satu mal untuk jemaah haji dan umrah Indonesia.
"Jaraknya hanya 2,5 kilometer dari Masjidil Haram," katanya.
Saat ini, hotel tersebut memiliki kapasitas 1.460 kamar yang dapat menampung sekitar 4.383 jemaah haji karena satu kamar dapat terdiri dari empat tempat tidur. Danantara selanjutnya akan membangun 13 tower, sehingga total kamarnya mencapai 6.025 kamar.
"Dan itu akan bisa mencakup jemaah haji kurang lebih total menjadi lebih dari 23.000. Memang jemaah haji kita nih kurang lebih 200.000. Tapi mungkin kebutuhan kamarnya 100.000, karena ada yang bisa masuk dari Makkah, ada yang bisa masuk dari Madinah," paparnya.
Saat ini, kata Rosan, sedang dibangun jembatan yang akan menghubungkan hotel tersebut dengan Masjidil Haram. Pembangunan jembatan dengan nama Al-Hujun Tunnel itu ditargetkan rampung pada 2026.
Rosan mengungkapkan, akuisisi hotel itu senilai US$ 500 juta lebih. Sementara, untuk pengembangan, termasuk pembangunan 13 tower dan satu mal diperkirakan akan menghabiskan dana senilai US$ 700 juta hingga US$ 800 juta.
"Nilai pembeliannya total itu adalah 500, ya, US$ 500 juta lebih sedikit. Kemudian, untuk rencana kita untuk membangun 13 tower itu dan mal itu, kurang lebih ini baru tentatif, angkanya kurang lebih US$ 700 sampai US$ 800 juta dolar untuk 13 tower plus satu mal. Rencananya seperti itu," ungkapnya.
Selain hotel di Makkah, Danantara saat ini sedang mengikuti lelang pembangunan kampung haji di Arab Saudi. Rosan membeberkan dari total delapan plot yang ditawarkan oleh pemerintah Arab Saudi, Indonesia memilih plot nomor enam, yakni kawasan Western Hindawiyah yang juga berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.
Danantara harus bersaing dengan 90 pihak lain yang juga mengikuti proses tender tersebut. Namun, dari jumlah itu, Danantara sudah masuk dua besar.
"Ingin saya sampaikan, kalau di sana bidding-nya bukan bidding harga. Harga sudah ditetapkan. Bidding, proses bidding-nya adalah melalui rencana, gambar, kemudian mengikuti peraturan dan yang lain. Dan kita dua besar, alhamdulillah. Dan rencananya akan diumumkan kepada, langsung, itu rencananya mungkin akhir bulan ini atau Januari," paparnya.
Baca Juga
Misbakhun Puji Rencana Danantara Kelola Proyek Kampung Haji dan Waste to Energy
Rosan mengatakan, perkembangan positif dari rencana kampung haji ini tidak terlepas dari dukungan dan harapan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan fasilitas kepada para jemaah haji. Rencana itu secara perlahan sudah mulai terwujud.
"Saya sudah laporkan ke Bapak Presiden, sehingga kalau kita mendapatkan lahan itu, insyaallah seluruh jemaah haji kita bisa terlayani, mempunyai tempat yang sangat baik, yang sangat layak, sangat dekat dibandingkan dengan keadaan sekarang. Dan tentunya ini akan menambah, insyaallah, kekhusyukan mereka pada saat melakukan umrah dan haji," katanya.

