InJourney Airports Berminat Operasikan Bandara Luar Negeri, Dirut 'Spill' Lokasinya
TANGERANG, investortrust.id – Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia, Faik Fahmi menyampaikan, selain mengelola bandara domestik, InJourney Airports berminat untuk masuk ke pasar internasional dan menjadi operator bandara internasional atau global airport operator.
Hal ini seiring dengan merger-nya PT Angkasa Pura (AP) I dan AP II menjadi PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports pada Senin (9/9/2024) yang mencetak sejarah menjadi Top 5 pengelola bandara terbesar di dunia.
“Kalau dulu kita jago kandang (domestik, red), ke depannya kita ingin juga berkiprah di global dengan melakukan kerja sama untuk bisa mengelola bandara di luar negeri,” kata Faik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (11/9/2024).
Baca Juga
InJourney Airports Targetkan Pendapatan Rp 30 Triliun dalam 5 Tahun ke Depan
Sebagai informasi, empat tahun lalu, PT Angkasa Pura I (Persero) telah menjajaki kerja sama melalui skema joint venture dengan salah satu pengelola bandara tersohor di Asia, yakni Incheon International Airport Corporation (IIAC) untuk mengelola Bandara Internasional Hang Nadim, Batam (BTH).
“Rencana kerja sama ini akan dikembangkan juga untuk bandara-bandara yang lain, termasuk kalau ada opportunity mengelola bandara internasional yang ada di negara lain begitu,” ucap Faik saat dihubungi secara terpisah oleh awak investortrust.id, Rabu (11/9/2024) malam.
Faik pun membeberkan, konsorsium antara pihaknya dengan perusahaan Korea Selatan itu tengah menjajaki salah satu bandara di Timur Tengah.
Baca Juga
Dirut InJourney Airports Jelaskan Simplifikasi Teknologi untuk Optimalkan Layanan di Bandara
“Kemarin sih kita sudah menjajaki bersama-sama dengan Incheon untuk mengelola bandara di Timur Tengah. Ada salah satu (bandara) yang lagi berproses. Kemarin (Angkasa Pura) sempat ikut tender di Filipina tapi belum berhasil, masih ada beberapa opportunity di tempat lain yang akan kita garap secara lebih serius,” beber dia.

