Kadin dan Belarus Perkuat Kerja Sama, Bahas Pupuk hingga Alat Berat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus memperkuat hubungan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Republik Belarus. Dalam rangka itu, Kadin Indonesia akan menyelenggarakan pertemuan dengan Deputi Perdana Menteri Republik Belarus, Viktor Karankevich.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie membahas sejumlah potensi kerja sama strategis antara Indonesia dan Belarus. Menurut Anindya, pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia yang direncanakan pada Februari 2026 mendatang.
“Jadi saya lihat tadi pertama kita membahas potensi kerjasama antara Belarus dan Indonesia karena dengar-dengar di bulan Februari Presiden Belarusia akan ke Indonesia,” ujar Anindya di Menara Kadin, Jakarta, Selasa, (16/12/2025).
Ia menjelaskan, pembahasan kerja sama mencakup pengembangan industri pupuk, mengingat Belarus merupakan salah satu eksportir besar potash (pupuk kalium) ke Indonesia. Namun, kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada sektor pupuk.
“Pertama bagaimana bisa membangun tentunya industri fertilizer karena mereka adalah pengirim potash yang besar ke Indonesia. Tapi tidak stop di situ bagaimana bisa meningkatkan produktivitas agrikultur dengan teknologi,” katanya.
Baca Juga
Kadin Rayakan Natal 2025 dengan Bakti Sosial dan Donasi untuk Korban Bencana di Sumatra
Selain itu, Kadin dan pihak Belarus juga membahas penguatan sektor mekanisasi pertanian serta pengembangan industri alat berat. Kemudian, kerja sama juga diarahkan pada industrialisasi alat berat seperti bus dan traktor berkapasitas besar.
Anindya juga menekankan pemanfaatan pasar halal di Indonesia juga menjadi salah satu topik pembahasan. “Dan yang terakhir juga bicara bagaimana memanfaatkan pasar halal di Indonesia,” ucap Anindya.
Menurutnya, Belarus memiliki peran strategis sebagai pintu masuk kerja sama Indonesia dengan kawasan Eurasia. “Jadi tadi saya rasa bagus sekali, memang Belarusia menjadi penting karena dia adalah salah satu gateway untuk masuk ke kerjasama antara Indonesia dan Eurasian yang akan ditangani minggu depan,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kadin Indonesia juga menyampaikan rencana penandatanganan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan pihak Belarus.
“Kadin juga menandatangani dengan deputy itu adalah Comprehensive Economic Partnership Agreement. Itu rencana minggu depan atau sebelum akhir tahun lah. Dan memang kebetulan Belarusia adalah pimpinannya pada tahun ini,” jelasnya.
Anindya menjelaskan, potensi ekonomi dari kerja sama ini cukup besar. Ia menyebutkan, nilai perdagangan antarnegara terus mengalami peningkatan. Hingga tahun 2025, total perdagangan di antara 12 negara telah mencapai US$ 400 juta.
Ia pun optimistis penerapan CEPA atau Comprehensive Economic Partnership Agreement akan memperluas peluang pasar bagi Indonesia. Melalui perjanjian ini, Indonesia tidak hanya bekerja sama dengan Belarus, tetapi juga dengan negara lain seperti Turki, Rusia, dan Uzbekistan

