Kadin Rayakan Natal 2025 dengan Bakti Sosial dan Donasi untuk Korban Bencana di Sumatra
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia baru saja menggelar acara ‘Perayaan Natal 2025 Kadin Indonesia’, di MNC Conference Hall, INews Tower, Jakarta, Jumat malam (12/12/2025),
Ketua Panitia Perayaan Natal 2025 Kadin Indonesia Tony Wenas mengungkapkan, perayaan natal tahun ini difokuskan pada kegiatan sosial, termasuk kunjungan dan pemberian bantuan ke sebuah panti asuhan di kawasan Kampung Melayu Jakarta, serta penggalangan donasi untuk korban bencana di sejumlah wilayah di Sumatra.
Menurutnya, pendekatan yang lebih sederhana dan berorientasi pada solidaritas ini dipilih untuk menjawab situasi nasional yang tengah dilanda berbagai musibah.
“Intinya kita merayakannya kali ini agak berbeda, yaitu betul-betul kita merayakan dengan melakukan bakti sosial ke panti asuhan di Kampung Melayu, dan juga (donasi) dari acara ini itu kita sumbangkan untuk saudara-saudara kita, korban yang berada di Sumatra,” ujar Tony, usai ‘Perayaan Natal 2025 Kadin Indonesia’.
Ia mengatakan, persiapan Perayaan Natal Kadin di tahun ini dilakukan dengan singkat, yaitu hanya memakan waktu sekitar dua minggu. Meski sederhana, ia menekankan bahwa esensi perayaan tetap terjaga.
“Acara Natal Kadin tahun ini memang sifatnya lebih kepada kolaborasi dari para pengurus-pengurus, memberikan donasi dan lain sebagainya. Juga dalam kepanitian yang tidak terlalu besar, dilakukan dengan persiapan juga yang hanya sekitar dua minggu, namun tidak mengurangi dari kekhidmatan dari perayaan Natal Kadin di tahun ini,” kata Tony.
Baca Juga
Panitia Natal Nasional 2025 Alokasikan 70% Anggaran untuk Aksi Sosial
Pesan natal 2025 dan harapan untuk 2026
Tony menyebut, tema natal nasional tahun ini adalah ‘Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga’. Oleh karena itu, ia berpesan agar pelaku usaha Kadin tetap berpegang pada nilai-nilai spiritual dalam menjalankan bisnis.
“Pesannya adalah para anggota Kadin dalam melakukan bisnisnya, kita perlu menghadirkan Allah dalam diri kita, yaitu dengan cara kita taati perintah-perintah Allah, sehingga Allah hadir menyelamatkan keluarga besar Kadin Indonesia,” ucapnya.
Menurut Tony, perbedaan perayaan natal tahun ini dengan yang sebelum-sebelumnya terletak pada bentuk dan penyelenggaraannya. Namun dibalik itu semua, pesan yang disampaikan masih tetap sama.
“Biasanya kan kita kalau merayakan natal itu setiap tahun akan berbeda. Berbedanya dalam arti kata bahwa bentuknya berbeda, pengisi acaranya berbeda, tapi kan pesan natalnya adalah damai kasih Kristus di bumi itu tetap,” ujarnya.
“Intinya, pesan-pesannya adalah selalu bagaimana menghadirkan damai dan kasih Kristus dalam kehidupan kita. Tidak hanya di hari natal ini, tapi dalam setiap hari kehidupan kita,” sambung Tony.

