Angkutan Barang KAI Tembus 63,63 Juta Ton, Batu Bara Mendominasi
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat peningkatan kinerja angkutan barang sepanjang Januari–November 2025. Dalam periode tersebut, KAI mengangkut 63.639.912 ton barang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 63.005.334 ton.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan, pertumbuhan angkutan barang menunjukkan tingginya kebutuhan industri dan masyarakat terhadap moda transportasi yang efisien dan terjadwal.
Baca Juga
Rel Kereta di Indonesia Bakal Bertambah 12.100 Km hingga 2030
“Kereta api bekerja setiap hari di balik layar kehidupan masyarakat. Setiap perjalanan membawa pasokan penting yang memastikan aktivitas ekonomi dan kebutuhan dasar tetap berjalan,” kata Anne dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (13/12/2025).
Anne menjelaskan, batu bara menjadi komoditas terbesar yang diangkut KAI sepanjang Januari–November 2025 dengan volume mencapai 52.722.455 ton atau setara 82,84% dari total angkutan barang.
“Volume angkutan batu bara tersebut meningkat sekitar 4% dibandingkan periode yang sama tahun 2024, seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasokan energi,” terang dia.
Ia menambahkan, batu bara tersebut digunakan untuk memasok pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di wilayah Jawa dan Bali. “Aliran pasokan ini menopang sistem kelistrikan yang melayani sekitar 158 juta penduduk,” ujar Anne.
Baca Juga
Diskon 30% Kereta dan 20% Kapal terkait Libur Nataru Berlaku Mulai Hari Ini
Selain batu bara, Anne menyebut KAI juga mengangkut berbagai komoditas strategis lainnya, seperti semen dan klinker untuk pembangunan infrastruktur, peti kemas berisi barang konsumsi, serta bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan sektor transportasi dan industri.
“KAI terus menjaga keandalan angkutan barang melalui pengelolaan operasi yang terukur, keselamatan perjalanan, serta koordinasi dengan mitra logistik di berbagai wilayah,” imbuh dia.
Menurut Anne, kelancaran distribusi logistik berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. “Ketika distribusi berjalan lancar, masyarakat merasakan dampaknya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari,” tutup dia.

