Rel Kereta di Indonesia Bakal Bertambah 12.100 Km hingga 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkap pembangunan rel perkeretaapian nasional akan bertambah sepanjang 12.100 kilometer (km) hingga 2030. Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi @danantara.indonesia, pada Minggu (16/11/2025).
“Rel bukan sekadar infrastruktur, tetapi ruang pelayanan publik berskala raksasa. Karenanya pemerintah menargetkan perluasan layanan kereta api di seluruh Indonesia terwujud pada 2030,” tulis @danantara.indonesia, dikutip Rabu (19/11/2025).
Adapun rencana kebutuhan rel perkeretaapian hingga 2030 terdiri atas jaringan Jawa–Bali sepanjang 6.800 km, Sumatra 2.900 km, Kalimantan 1.400 km, serta Sulawesi dan Papua yang masing-masing membutuhkan 500 km.
Lebih jauh, kebutuhan kereta penumpang hingga 2030 tercatat 2.805 lokomotif dan gerbong (cars) sebanyak 27.960 unit. Sedangkan untuk kereta logistik, dibutuhkan 1.995 lokomotif baru dan 39.655 gerbong.
Baca Juga
Menurut manajemen Danantara, ekosistem perkeretaapian nasional terus berkembang seiring modernisasi jaringan, peningkatan standar keselamatan, dan peremajaan armada. “Upaya ini memperkuat konektivitas nasional sekaligus menghadirkan mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” tulis keterangan tersebut.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menjadi bagian dari ekosistem Danantara dalam perluasan layanan serta pengembangan teknologi transportasi nasional. “Sinergi keduanya memperkuat kapasitas sistem perkeretaapian di berbagai wilayah,” tulis akun @danantara.indonesia.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria bersama Direksi KAI dan INKA juga telah komitmen untuk memperkokoh kerja sama antar-perseroan untuk mewujudkan ekosistem perkeretaapian yang tangguh .
“Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi, integrasi ekosistem transportasi, dan percepatan pembangunan jaringan yang berkelanjutan,” bunyi keterangan tersebut.
Baca Juga
Kemenhub Minta Tambahan Rp 2,84 T demi Proyek Strategis Kereta Api Nasional di 2026
Secara terpisah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap total kebutuhan anggaran untuk mendukung pembangunan ekosistem perkeretaapian Indonesia hingga 2030 bakal mencapai Rp 853 triliun.
“Jadi, kalau kita melihat ini ada beberapa target, ada penumpang, kemudian layanan terintegrasi, mengembangkan jalur kereta api di Sumatra dan Sulawesi, kemudian pengembangan jalur ganda, elektrifikasi, dan mengoperasikan kereta cepat di Pulau Jawa,” terang Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Arif Anwar kepada wartawan di kantor pusat Kemenhub, Jakarta, Kamis (31/7/2025) lalu.

