Cegah Banjir 5 Tahunan, Pemerintah Bakal Bangun Tanggul di Kali Bekasi–Ciliwung Senilai Rp 1,1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan tanggul di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Bekasi dan Ciliwung senilai Rp 1,1 triliun. Pembangunan tanggul ini untuk mencegah bencana banjir lima tahunan terulang kembali.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal SDA Kementerian PU, Lilik Retno Cahyadiningsih saat ditemui di Jembatan Kemang Pratama, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/3/2025) siang.
Baca Juga
Pertamina Galang Bantuan dan Kerahkan Tim Medis untuk Korban Banjir Bekasi
“Sebenarnya kita sudah rencanakan, dan (tanggul) itu diperkirakan Oktober (2025) selesai pembebasan tanahnya. Itu pun mungkin belum semua. (Anggaran pembangunan tanggul) Kajiannya sudah ada, sekitar Rp 1,1 triliun,” ucapnya kepada awak media.
Terkait pembebasan lahan untuk pembangunan tanggul, Lilik mengatakan hal tersebut merupakan tanggung jawab dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
“Kalau pembebasan tanah di pemda sebenarnya, kalau tanahnya sudah siap, kami siap (membangun). (Berapa bidang tanah yang mau dibebaskan) 400 bidang hanya di Bekasi,” jelas Lilik.
Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta Satuan Zeni TNI AD membantu perbaikan Jembatan Kemang Pratama di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat roboh akibat banjir besar yang menerjang pada Selasa (4/3/2025) pagi.
"Secara sementara menyiapkan jembatan-jembatan yang dimiliki oleh TNI AD, khususnya dari Satuan Zeni yang memiliki kemampuan untuk bisa melakukan konstruksi cepat dalam masa bencana seperti ini," ujar AHY dalam tinjauannya di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/3/2025).
AHY juga meminta 100 orang personel TNI AD dikerahkan untuk membantu penanganan bencana tersebut.
Kemudian, Menko AHY menyampaikan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan perbaikan jembatan Sungai Bekasi Kemang Pratama secara permanen. Namun, dirinya belum dapat memastikan kapan perbaikan jembatan itu diselesaikan.
"Nanti tentunya akan dihitung secara teknis Kementerian PU dan dinas yang ada di Pemerintah Kota Bekasi," tutur AHY.
Adapun Jembatan Kemang Pratama diresmikan pada 21 Agustus 1987 oleh eks Menteri Negara Perumahan Rakyat periode 16 Maret 1983 – 21 Maret 1988, Cosmas Batubara.
Berdasarkan pantauan langsung investortrust.id, Jembatan Kemang Pratama ambles dan membelah jalan menjadi dua. Ambrolnya jembatan disebabkan oleh luapan air Kali Bekasi pada banjir besar dua hari lalu.
Sebelumnya diberitakan, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah memobilisasi 2 perahu karet beserta mesin untuk membantu mengevakuasi masyarakat terdampak bencana banjir di Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025).
Baca Juga
Kementerian PU Sigap Tangani Bencana Banjir di 7 Kecamatan Bekasi
Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, terdapat tujuh kecamatan yang terdampak bencana banjir, yakni Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, dan Rawalumbu.
“Berdasarkan pengamatan kami, itu tidak ada tanggul yang jebol. Tapi volume intensitas hujan itu memang sangat tinggi sekali, jadi ini meluap. Makanya kalau saya harus pompa, airnya mau ditaruh di mana? Kita tunggu surut dulu, kita juga sudah kirim perahu karet, yang penting penduduk diamankan terlebih dahulu,” kata Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/3/2025) lalu.

