Pertamina 68 Tahun, dari Migas ke Energi Masa Depan
Poin Penting
| ● | Produksi migas Pertamina mencapai 1,03 juta barel setara minyak per hari pada kuartal III 2025. |
| ● | Inovasi internal menghasilkan value creation sekitar Rupiah 9 triliun. |
| ● | Pertamina memperkuat strategi transisi energi melalui biofuel, gas, panas bumi, dan teknologi rendah karbon. |
JAKARTA, Investortrust.id - Pertamina menandai usia ke-68 pada Rabu (10/12/2025) sebagai perusahaan energi nasional yang terus memperluas kiprah domestik dan global. Momentum ini menegaskan kembali posisi Pertamina sebagai motor energi Indonesia, seiring peningkatan produksi, penguatan inovasi operasional, dan komitmen terhadap transisi energi.
Dalam keterangan yang dipublikasikan dikutip Rabu (10/12/2205), hingga kuartal III-2025, produksi migas Pertamina mencapai 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), yang terdiri dari produksi minyak sebesar 553 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2,83 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Capaian tersebut berasal dari portofolio hulu yang tersebar di berbagai wilayah operasi dalam dan luar negeri.
Sejak berdiri sebagai PT Permina pada 10 Desember 1957, Pertamina berkembang dari perusahaan minyak nasional menjadi grup energi terintegrasi yang mencakup hulu, pengolahan, distribusi, logistik, petrokimia, gas, hingga energi baru dan terbarukan.
Di sektor hulu, Pertamina mempertahankan kontribusi signifikan terhadap ketahanan energi nasional. Portofolio hulu perusahaan saat ini terdiri atas lapangan domestik yang dikelola Pertamina Hulu Energi (PHE), serta aset luar negeri melalui Pertamina International EP.
Komitmen pada eksplorasi juga tampak nyata. Sampai akhir September 2025, PHE sebagai subholding upstream Pertamina telah menyelesaikan pengeboran eksploitasi sebanyak 661 sumur, melakukan 969 workover sumur, 28.507 layanan well service, serta survei seismik 2D dan 3D mencakup ratusan kilometer persegi.
Upaya ini termasuk strategi optimalisasi asset eksisting dan penggunaan teknologi, seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk memaksimalkan potensi lapangan migas, sehingga meningkatkan cadangan dan output produksi
Di sisi hilir, Pertamina terus memperkuat kapasitas kilang dan distribusi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Kilang Pertamina telah mencapai tingkat efisiensi dengan yield valuable mencapai sekitar 83,2% dengan volume intake yang mencapai ratusan juta barel per tahun.
Baca Juga
Kerja 24 Jam, Pertamina Pulihkan Pasokan Energi di Sumatra Capai 98%
Kilang dan sistem distribusi modern ini memungkinkan Pertamina untuk memasok sebagian besar BBM nasional, avtur, dan produk penting lainnya — mendukung stabilitas pasokan bahan bakar bagi konsumen dan industri dalam negeri.
Selain kilang, layanan distribusi dan jaringan ritel serta LPG dan BBM di seluruh Indonesia terus dikelola untuk menjamin ketersediaan energi, terutama di daerah terpencil dan wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Inisiatif ini mendukung peran Pertamina sebagai pilar distribusi energi nasional.
Sebagai respons terhadap perubahan global dan target dekarbonisasi, Pertamina memperkuat strategi menuju energi rendah karbon. Strategi tersebut, meliputi perpaduan antara bisnis migas legacy dengan pengembangan energi berkelanjutan, sejalan dengan kebijakan energi nasional.
Perusahaan kini menjalankan strategi ganda, yakni menjaga bisnis hulu-hilir migas sambil memperluas investasi pada biofuel, gas alam, panas bumi, serta teknologi rendah karbon seperti carbon capture.
Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun posisi tradisional Pertamina kuat di migas dan kilang, perusahaan menyadari kebutuhan adaptasi terhadap perubahan iklim dan transisi energi global. Hal ini penting untuk menjamin ketahanan energi Indonesia sekaligus mendukung target lingkungan jangka panjang.
Baca Juga
Pertamina Identifikasi Potensi CCS 7,1 Giga Ton, Jepang dan Korea Taruh Perhatian
Pada 2025, Pertamina meraih penghargaan sebagai Badan Publik Terinovatif dalam Information Transparency Award, mencerminkan komitmen perusahaan pada keterbukaan data dan akuntabilitas operasional. Tahun ini, Pertamina membawa pulang dua penghargaan di ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2025. Perusahaan meraih Gold Award untuk program komunikasi keberlanjutan dan Silver Award untuk inisiatif volunteerism melalui program “Komunitas Bergerak”. Prestasi ini memperlihatkan upaya grup dalam memperkuat aspek ESG dan keberlanjutan bisnis.
Inovasi internal juga menunjukkan peningkatan signifikan. Melalui Annual Pertamina Quality Awards (APQA), sebanyak 180 gugus inovasi yang melibatkan 1.239 perwira Pertamina Group menghasilkan value creation sekitar Rp 9 triliun. Hasil ini mencerminkan efektivitas perbaikan berkelanjutan di seluruh lini bisnis.

