BP Tapera Catat Realisasi KPR FLPP Tembus 182.657 Unit per 25 September
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) telah mencapai 182.657 unit per 25 September 2025.
“Per hari ini (data per 25 September 2025) sudah di 182.657 unit,” kata Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho dalam konferensi pra-event akad massal 25.000 unit rumah subsidi oleh Presiden Prabowo Subianto, di kantornya, Menara Mandiri 2, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2025).
Baca Juga
Jika Habis Terserap, Danantara Akan Tambah Anggaran untuk KUR Perumahan Hingga Rp 250 T
Dia menyampaikan, hingga 22 September 2025 jumlah pengajuan melalui aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (Sikasep) mencapai 256.718 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 178.060 unit sudah terealisasi.
Menurut Heru, sebanyak 78.658 unit masih dalam proses pengecekan oleh bank penyalur. "Jika seluruhnya lolos verifikasi, maka realisasi (KPR FLPP) bisa meningkat hingga mendekati 256 ribuan unit," ujar dia.
Dikatakan Heru, tingginya peminat KPR FLPP membuat BP Tapera tetap optimistis target realisasi 350.000 unit dapat tercapai hingga akhir kuartal IV 2025.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menetapkan target program 3 juta rumah pada 2025 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025 yang telah diundangkan pada 30 Juni 2025.
Mengacu beleid tersebut, pemerintah menargetkan rumah tangga dengan akses hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan sebesar 67%, dengan jumlah rumah tangga yang difasilitasi mencapai 314.124 unit per tahun.
Baca Juga
Pemerintah Alokasikan Rp 130 Triliun untuk Skema KUR Perumahan
"Pembangunan rumah baru ditetapkan sebanyak 476 unit, sementara rumah tidak layak huni yang ditingkatkan kualitasnya mencapai 38.504 unit. Selain itu, pemerintah juga menargetkan penyediaan hunian vertikal, baik rumah susun sewa (rusunawa) maupun rumah susun milik (rusunami), sebanyak 1.944 unit per tahun," bunyi beleid itu.
Adapun, Prabowo menargetkan realisasi fasilitas pembiayaan perumahan melalui Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) kepada 273.200 kepala keluarga (KK) hingga akhir 2025. Sementara itu, penanganan kawasan permukiman kumuh dilaksanakan secara terpadu seluas 177,84 hektare (ha) per tahun.

