Pemerintah Perkuat Kolaborasi dengan Badan Usaha Migas Kejar 'Lifting' 2026 Capai 610.000 Bph
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah telah menetapkan target lifting minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 610.000 barrel oil per day (BOPD) atau barel per hari (BPH), naik dari target 2025 sebesar 605.000 BOPD. Lifting juga dibidik meningkat secara gradual pada tahun-tahun mendatang hingga 1 juta barel per hari di 2030.
Wakil Menteri Energi dan Suber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan, untuk mencapai target produksi tersebut, diperlukan konsolidasi dan kolaborasi antara pemerintah melalui Kementerian ESDM, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
"Dalam rangka peningkatan produksi di wilayah kerja, jadi perlu dikonsolidasikan. Ya kira-kira pada tahun ini, kira-kira berapa kita melakukan eksplorasi. Kemudian ada sumur-sumur yang bisa kita maksimalkan. Dalam hal itu terjadi kendala-kendala ya tentu ini harus dikonsolidasikan dengan SKK Migas," ujar Yuliot pada rapat koordinasi Dukungan Bisnis SKK Migas, di Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Baca Juga
Wakil Ketua Komisi XII Minta Kepastian Arah Energi Nasional Demi Lajunya Roadmap Kilang Minyak
Yuliot meminta rapat koordinasi ini dapat mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dapat timbul beserta target penyelesaiannya dalam mengejar target lifting 2026. Di antaranya terkait penyempurnaan regulasi, penyediaan infrastruktur, tingkat komponen dalam negeri (TKDN), dan ekosistem ketersediaan peralatan.
Dia berharap hasil rapat koordinasi ini dapat memberikan masukan kepada pemerintah terkait langkah kebijakan yang harus diambil untuk memudahkan pencapaian target lifting.
Untuk memudahkan pencapaian target lifting, pemerintah telah mengindentifikasi 45.000 sumur masyarakat yang tersebar di Sumatra Selatan, Aceh, Jambi, Sumatra Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sumur-sumur ini juga diharapkan berkontribusi terhadap kenaikan lifting migas.
Peningkatan produksi migas juga diharapkan datang dari potensi 128 cekungan migas. Dari jumlah itu, 20 cekungan telah diusahakan, menyisakan 108 cekungan dengan potensi besar. Untuk melengkapi data potensi migas, Badan Geologi Kementerian ESDM akan mempercepat ketersediaan data, baik data survei 2 dimensi, 3 dimensi, maupun data eksplorasi, yang dapat menjadi kelengkapan data eksplorasi.
Baca Juga
OPEC Tahan Produksi hingga 2026, Harga Minyak Brent dan WTI Menguat
"Harapannya itu bapak ibu sekalian pada saat wilayah kerja ini kita tawarkan kepada badan usaha, baik dalam rangka konsorsium atau dalam rangka joint venture itu dipersilakan. Jadi kami mengharapkan itu terhadap seluruh potensi minyak dan gas di dalam negeri bisa kita optimalisasikan dalam rangka ketahanan dan kecukupan energi di dalam negeri," ujar Yuliot.
Yuliot menegaskan bahwa ketahanan dan swasembada energi menjadi prioritas nasional yang hanya dapat dicapai melalui penguatan sektor hulu migas, antara lain melalui optimalisasi produksi, penegakan tata kelola, pemberdayaan BUMN/BUMD serta Integrasi kebijakan pusat dan implementasi di lapangan.

