Pemerintah Diminta Usut Masuknya 250 Ton Beras Ilegal dari Thailand ke Indonesia
JAKARTA, Investortrust.id -- Anggota Komisi IV DPR Rina Sa'adah menyoroti masuknya 250 ton beras ilegal asal Thailand ke Indonesia. Ia mendesak pemerintah mengusut tuntas masuknya beras tersebut melalui Pelabuhan Bebas Sabang, Aceh. Rina juga mendesak pemerintah mengungkap dan menindak tegas seluruh pelaku di lapangan.
"Kami mengecam masuknya 250 ton beras ilegal dari Thailand. Ini pelanggaran serius terhadap amanah Presiden Prabowo yang menutup impor beras," kata Rina dalam keterangannya, Senin (24/11/2025).
Baca Juga
Stok Beras Diprediksi Tembus 6 Juta Ton hingga April 2026, Bulog Diminta Kejar 100 Gudang Baru
Rina menilai temuan ini bertentangan dengan kebijakan Prabowo yang ingin memperkuat kedaulatan pangan. Ia meminta pemerintah mengumumkan hasil penyelidikan secara transparan dan menjatuhkan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.
"Pemerintah harus mengusut tuntas dan tidak boleh ada yang bermain-main dengan kebijakan nasional. Jika sudah diketahui siapa dalangnya, kenakan sanksi tegas tanpa kompromi," tegasnya.
Menurutnya masuknya ratusan ton beras ilegal menunjukkan lemahnya pengawasan sehingga membuka celah bagi penyelundupan. Rina meminta pemerintah melakukan audit menyeluruh agar praktik serupa tidak berulang.
"Fakta bahwa 250 ton beras bisa masuk menunjukkan adanya celah yang tampaknya sudah lama dimanfaatkan. Pemerintah perlu menutup celah itu dan menindak siapa pun yang terlibat," ujarnya.
Rina menduga adanya dugaan jaringan terorganisir. Menurutnya, skala sebesar itu tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan logistik yang kuat.
"Ini bukan pelanggaran biasa. Pemerintah harus membongkar sampai ke akar, bukan hanya menangkap pelaku lapangan," kata dia.
Ia mengingatkan masuknya beras ilegal berpotensi mengancam stabilitas harga dan merugikan petani lokal karena beras impor biasanya dijual lebih murah. Rina meminta pemerintah tetap memperketat pengawasan agar kondisi stok yang baik tidak membuat sistem kontrol melemah.
Baca Juga
BPS Perkirakan Produksi Beras hingga Akhir 2025 Tembus 34,77 Juta Ton
Sebelumnya, terdapat laporan masuknya beras ilegal sebanyak 250 ton di sebuah gudang Sabang. Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga telah berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk menghentikan aktivitas di lokasi serta memastikan beras tersebut tidak beredar di masyarakat.

