Mentan Amran Genjot Hilirisasi Rp 371 Triliun, Kelapa & Gambir Jadi Andalan Nilai Tambah Nasional
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan hilirisasi besar-besaran bebrnilai Rp 371 triliun untuk memperkuat industri pengolahan komoditas pertanian dalam tiga tahun ke depan. Program strategis nasional ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan diproyeksikan membuka peluang investasi luas bagi sektor swasta.
Amran menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah menyelesaikan pra-feasibility study (pra-FS) dan mengidentifikasi 14 komoditas unggulan dengan permintaan tinggi di pasar global. Seluruh rekomendasi hilirisasi akan terintegrasi melalui Danantara guna mempercepat proses investasi dan kerja sama dengan pelaku usaha, termasuk anggota Kadin Indonesia.
Baca Juga
Kemenkeu Luncurkan Asuransi Barang Milik Negara Lewat Skema 'Pooling Fund' Bencana
Dia menegaskan bahwa kelapa merupakan komoditas paling potensial untuk hilirisasi. Saat ini Indonesia masih mengekspor kelapa dalam bentuk gelondongan dengan harga sekitar Rp 1.300 per butir. Padahal jika diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), nilainya bisa meningkat hingga 100 kali lipat.
“Ekspor kelapa nasional sekarang Rp 24 triliun. Kalau dikali 100 lewat hilirisasi, bisa menghasilkan Rp 2.400 triliun. Itu 2/3 APBN kita. Ini baru dari kelapa,” ujarnya.
Selain VCO, Amran menyoroti potensi besar dari air kelapa yang selama ini kalah oleh produk impor dari Thailand dan Vietnam dengan harga pasar sekitar Rp 40.000 per botol. Jika dikemas dan dipasarkan modern, nilai tambah air kelapa nasional bisa mencapai Rp 2.400 triliun, sehingga potensi kelapa mencapai Rp 5.000 triliun.
Baca Juga
Intip Bocoran Diskon Tarif di 8 Ruas Tol Jasa Marga Saat Libur Nataru
Ia juga mengungkapkan satu pabrik pengolahan kelapa telah beroperasi dan satu lagi siap berjalan tahun depan, termasuk pembangunan pabrik terbesar di Morowali bersama BPI Danantara.
Perubahan pola konsumsi dunia turut mendorong peluang ekspor. Negara seperti China, India, dan Eropa mulai beralih dari susu sapi dan kambing ke coconut milk, sehingga permintaan produk turunan kelapa terus melonjak.
Komoditas Gambir
Selain kelapa, Amran menekankan besarnya peluang dari komoditas gambir, di mana Indonesia menyuplai 80% kebutuhan global namun masih mengekspor dalam bentuk mentah. Melalui hilirisasi, gambir bisa diolah menjadi berbagai produk seperti sabun, tinta, hingga sampo.
Baca Juga
IHSG Ditutup Melesat 0,80%, Empat Saham Dipimpin BOAT dan BBRM
“Nilainya bisa naik Rp 5.000 triliun. Baru dua komoditas kita hilirisasi, itu Rp 10.000 triliun. Artinya apa? Tiga tahun APBN,” kata Amran.
Dengan potensi besar tersebut, hilirisasi pertanian dipastikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

