Mendag Lepas Ekspor Produk Gambir ke India Senilai Rp 1,72 Miliar, Dorong Hilirisasi Bernilai Tambah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong peningkatan potensi ekspor komoditas gambir melalui hilirisasi untuk menghasilkan produk bernilai tambah dan memperluas jangkauan pasar global. Gambir merupakan komoditas unggulan yang menggerakkan ekonomi Sumatra Barat.
Mendag Budi menyampaikan hal ini saat melepas ekspor 27 ton gambir PT Salimbado Jaya Indonesia (PT SJI) ke India senilai US$ 102.600 atau setara Rp 1,72 miliar. Ia mengapresiasi kontribusi positif komoditas gambir sebagai komoditas unggulan Sumatra Barat sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah.
Namun, Mendag Busan menekankan, potensi luar biasa gambir masih dapat terus dikembangkan dengan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Ia menilai, potensi komoditas gambir sangat besar. Agar dapat memaksimalkan potensinya, maka perlu dilakukan proses hilirisasi.
"Kita tawarkan produk yang sudah melalui proses produksi, misal gambir menjadi sabun, kopi, mungkin nanti produk kecantikan, produk kesehatan. Produk olahan ini adalah kunci untuk mendorong perluasan ekspor komoditas gambir,” ucap Mendag dalam keterangan tertulis, Rabu (19/11/2025).
Sepanjang Januari–September 2025 nilai ekspor komoditas gambir Sumatra Barat tercatat sebesar US$ 34,2 juta atau 71,1% dari total nilai ekspor gambir nasional yang sebesar US$ 48,1 juta. Dari total nilai ekspor tersebut, sebanyak US$ 46,62 juta atau 96,93% komoditas gambir diekspor ke India.
Baca Juga
Tarif Resiprokal AS Dongkrak Ekspor Indonesia, BI: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Diprediksi Pesat
Kinerja ini menunjukkan unggulnya iklim dan topografi Sumatra Barat. Mendag Busan mengungkapkan, kemitraan usaha besar seperti PT SJI dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu kunci untuk mengakselerasi hilirisasi komoditas gambir.
Kemudian, menurut Mendag Budi, modernisasi pengolahan dan peningkatan mutu komoditas gambir turut mendorong hilirisasi komoditas gambir. Selain itu, Kementerian Perdagangan tengah mempersiapkan kebijakan untuk tata niaga ekspor komoditas gambir yang berfokus pada hilirisasi.
Upaya dilakukan melalui pengajuan usulan pengembangan pos tarif dan identifikasi barang (Harmonized System Code/HS Code) gambir untuk membedakan komoditas gambir mentah dengan komoditas gambir yang sudah diolah dengan kadar katekin tinggi.
Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi dukungan Kementerian Perdagangan dalam mendorong komoditas unggulan Sumatra Barat. Ia mengapresiasi atas dukungan Kementerian Perdagangan mendukung perdagangan dan bisnis Sumatra bagian Barat.
"Pelepasan ekspor ini menjadi dorongan semangat baru. Kami berharap, Kementerian Perdagangan dapat terus memberikan dukungan terhadap komoditas unggulan Sumatra Barat,” tambah Mahyeldi.

