Ketum Kadin Anindya: Industri Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menekankan bahwa industri kreatif memiliki potensi yang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga penciptaan lapangan pekerjaan.
Sebagai salah satu pegiat dan juga pelaku yang telah berkecimpung di industri kreatif selama kurang lebih 25 tahun, Anindya Bakrie mengetahui dengan pasti bagaimana industri ini mengalami pertumbuhan cukup pesat, serta juga bernilai tambah tinggi.
"Sehingga di tengah-tengah kita lagi mencari penciptaan lapangan kerja. Bahkan juga pengusaha-pengusaha untuk menciptakan lapangan kerja, saya rasa industri ini sudah tidak salah," ucap Anindya Bakrie di Jakarta, Minggu (30/11/2025).
Menurut Anindya, pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkembang sangat pesat tersebut salah satunya terlihat dari capaian jumlah penonton film animasi Jumbo yang tembus 10 juta penonton, dan juga yang terbaru jumlah penonton Agak Laen Menyala Pantiku yang sudah menyentuh 1 juta pada 3 hari penayangan di bioskop.
"Itu bagi saya sih mengagetkan. Karena biasanya kita bicara mengenai tentunya brand-brand luar negeri. Dulu suka nonton Nickelodeon, lalu Disney, tapi bisa ini justru lebih besar. Lalu juga misalnya agak lain, itu 1 juta penonton di 3 hari penayangan. Itu contoh-contoh yang memang ini baru istilahnya dipucuk daripada gunung es," paparnya.
Baca Juga
Rapimnas Kadin 2025 Bakal Dibuka Ketua MPR hingga Ditutup Rosan Roeslani
Maka dari itu, Anindya menegaskan, potensi tersebut akan semakin optimal jika diperkuat melalui kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah. Sehingga, ia menilai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kadin dan Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi langkah penting untuk mendorong industri naik level.
“Marilah sama-sama kita dukung industri kreatif dan ini sengaja acara pertama Pak, karena kita rasa ini yang masih kurang digarisbawahi. Kedepannya kita fokus dan saya yakin kalau bersama kita bisa. Dan terakhir, kita ini fokus kepada Indonesia incorporated, jadi artinya gotong royong antar pemerintah dan pengusaha untuk supaya naik kelas," terangnya.

