Kadin Indonesia Bakal Gelar Rapimnas 2025, Fokus pada Penciptaan Lapangan Kerja hingga Pengusaha Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Forum Komunikasi Anggota Luar Biasa (ALB) di Mangkuluhur Artotel Suites, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025). Forum ini digelar menjelang Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 Kadin Indonesia yang akan diselenggarakan pada Minggu (30/11/2025) hingga Selasa (2/12/2025) mendatang.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan, Rapimnas Kadin Indonesia 2025 akan berfokus pada penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan investasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Jadi, fokus Rapimnas Kadin 2025 ini adalah bersama pemerintah membangun atau menciptakan lapangan kerja. Jadi, fokusnya di situ. Itu adalah lapangan kerja tumbuh, kesejahteraan rakyat tumbuh, dan juga kemandirian dimiliki. Jadi, sekali lagi lapangan kerja," ungkap Anindya.
Anindya menjelaskan, dalam Rapimnas Kadin Indonesia 2025, Kadin akan duduk bersama dengan perwakilan dari 38 provinsi dan ratusan asosiasi untuk membahas rencana penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor. Selain itu, Rapimnas Kadin Indonesia 2025 juga akan membahas investasi dan hambatan-hambatan yang dihadapi.
"Lalu yang kedua adalah investasi, dengan apa yang bisa masuk, dan apa hambatannya, jika bisa diberi masukkan kepada pemerintah, di mana yang bisa diperbaiki," ungkap Anindya.
Baca Juga
Kadin Indonesia Matangkan Rencana Kerja 2026, Fokus Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Lebih lanjut, Anindya menyebut, penciptaan pengusaha baru juga menjadi salah satu fokus utama Rapimnas Kadin Indonesia 2025. Kadin menyadari bahwa penciptaan pengusaha baru sangat penting untuk pembangunan ekonomi bangsa.
Dalam kesempatan ini, Anindya juga menekankan pentingnya menghilangkan hambatan-hambatan yang ada dan penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan kemampuan bersaing Indonesia di pasar global. Kadin juga mendukung program-program pemerintah yang berbasis sosial, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), rumah layak huni, dan lain-lain.
"Jadi saya rasa sih, ini program yang luar biasa bagusnya, dan ini menandakan kekompakan selalu di Kadin untuk Indonesia. Karena untuk mendapatkan road 5, 6, 7, 8% itu, Indonesia sangat mungkin," jelas Anindya
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam mencapai misi-misi pembangunan nasional. Dalam kesempatan ini, Arsjad menuturkan bahwa Kadin ingin menjadi bagian dari solusi dan memberikan kontribusi yang positif untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.
"Kita sebagai Kadin, itu pentingnya bagaimana supaya perusahaan itu bisa mendukung pemerintah, khususnya apa? Misi-misi dari Pak Presiden, karena itulah butuhnya, seperti beliau mengatakan Indonesia Incorporated, antara public and private, di mana kita bekerja sama," ucap Arsjad.
Arsjad menambahkan, Kadin ingin memberikan masukan-masukan yang konstruktif untuk mencari solusi, bukan mencari kesalahan. Dengan kerja sama yang erat, Kadin berharap dapat membantu pemerintah mencapai target-target pembangunan, seperti target 8% yang telah ditetapkan.
"Untuk itu senang sekali Kadin bisa bersama. Sebentar lagi ada Rapimnas, hasil dari Rapimnas juga nantinya Pak Anin akan dikumpulkan semuanya, dan Insyaallah itu bisa memberikan suatu masukan, karena balik-balik lagi gotong-royong bersama," pungkas Arsjad.

