Rapimnas Kadin 2025 Bakal Dibuka Ketua MPR hingga Ditutup Rosan Roeslani
Poin Penting
| ● | Rapimnas Kadin 2025 siap digelar dan dibuka Ketua MPR serta dihadiri Ketua DPR. |
| ● | Fokus utama pembahasan adalah penciptaan lapangan kerja melalui panel menteri. |
| ● | Hasil Rapimnas akan dilaporkan ke Presiden Prabowo untuk mendukung program pemerintah. |
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan kesiapan dari penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional yang akan digelar pada 1-2 Desember 2025.
Anindya menjelaskan, acara Rapimnas 2025 tersebut nantinya akan dibuka oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzanidan, dan juga akan dihadiri oleh Ketua DPR RI Puan Maharani serta akan ditutup oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.
"Jadi besok kami akan membuka Rapimnas. Bersama dengan Ketua MPR. Lalu malamnya Ketua DPR hadir bersama kami. Dan besoknya hari Selasa, jalan terus banyak sekali kolega kami di kabinet yang hadir dan ditutup oleh Menteri Investasi dan CEO Danantara," ucap Anindya di Jakarta, Minggu (30/11/2025).
Salah satu fokus yang akan dibahas pada Rapimnas Kadin 2025 adalah penciptaan lapangan pekerjaan. Sehingga, hal tersebut akan dibahas melalui panel diskusi yang akan akan melibatkan sejumlah jajaran menteri pada Kabinet Merah Putih.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Ajak Pengusaha Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera
Menurut Ketum Kadin Anindya, dari rangkaian acara hingga penyelenggaraan Rapimnas selama 2 hari tersebut akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Sehingga, Kadin Indonesia yang menjadi salah satu wadah dapat mendukung berbagai macam program pemerintah.
Seperti yang dilakukan pada hari ini jelang Rapimnas 2025, Kadin Indonesia meneken sejumlah Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Kementerian Ekonomi Kreatif yang langsung dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
"Dan saya mendapat kabar dari istana, entah malamnya atau besoknya, masukan kita ini dinanti. Termasuk yang hari ini kita akan laporkan. Jadi kali ini kita melihat kelihatannya dari pemerintah dan juga pimpinan pemerintah, ingin tidak seremonial, jadi benar-benar kita buat bottom-up," terangnya.

