Data AS Loyo, Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Tekan Harga Emas
Poin Penting
| ● | Harga emas terkoreksi karena data penjualan ritel AS melemah. |
| ● | Pasar memperkirakan peluang 85% pemangkasan suku bunga pada Desember. |
| ● | Ekspektasi dovish The Fed terus menopang minat terhadap aset emas. |
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas bergerak sedikit lebih rendah pada Selasa (26/11/2025) setelah pelaku pasar bereaksi terhadap pelemahan data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang meningkatkan perkiraan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada Desember. Pelemahan ini terjadi setelah harga sempat menyentuh level tertinggi sejak pertengahan November.
Harga emas spot melemah 0,21% menjadi US$ 4.130,67 per ons. Harga tersebut mengikuti reli hampir 2% pada Senin (24/11/2025), dipicu sinyal dari sejumlah pembuat kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang menyatakan dukungan terhadap pemangkasan suku bunga ketiga tahun ini pada pertemuan 9–10 Desember. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Desember ditutup 1,1% lebih tinggi di US$ 4.140 per ons.
Wakil Presiden dan Senior Metal Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menilai sentimen pasar tidak berubah meskipun data ekonomi AS cenderung melemah. “Ada harapan baru untuk penurunan suku bunga pada bulan Desember berdasarkan pernyataan dovish The Fed baru-baru ini, dan (data) ini tampaknya tidak mengubahnya,” kata Grant dilansir CNBC.
Baca Juga
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed Dorong Harga Emas Naik
Data menunjukkan penjualan ritel Amerika Serikat meningkat lebih rendah dari ekspektasi pada September setelah periode pertumbuhan kuat dalam beberapa bulan terakhir. Dalam periode yang sama, Indeks Harga Produsen naik 2,7% secara tahunan, sama dengan kenaikan pada Agustus.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 85% bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan Desember, melonjak dari 50% pekan lalu. Peluang pemangkasan tambahan pada Januari juga dinilai mencapai 65%, menurut data CME Group.
Source: CNBC
Sinyal berlanjutnya kebijakan dovish juga disampaikan Gubernur Federal Reserve Stephen Miran, yang menilai kondisi pasar tenaga kerja yang melemah membutuhkan penurunan suku bunga lebih lanjut. Pernyataan tersebut sejalan dengan komentar Gubernur Federal Reserve Christopher Waller sehari sebelumnya.
Harga emas cenderung mendapat dukungan dalam periode suku bunga rendah karena aset ini tidak memberikan imbal hasil. Posisi emas juga sering menguat di tengah ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik.
Baca Juga
Emas Tertekan di Tengah Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Desember
Analis ActivTrades, Ricardo Evangelista, menilai faktor ketidakpastian global terus menjaga minat terhadap emas. “Kondisi mendasar berupa ketidakpastian ekonomi yang berkelanjutan, turbulensi geopolitik, dan ekspektasi dovish The Fed terus mendukung harga emas (dalam jangka pendek),” ujar Evangelista.

