Mendag ‘Pede’ Ekspor 2025 Tumbuh di Atas 7,1%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso tetap pede alias percaya diri ekspor 2025 tumbuh di atas 7,1% atau melampui target. Pasalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia pada Januari hingga September 2025 sudah meningkat 8,14%.
"Sekarang, Januari-September sudah meningkat 8,14%, jadi sudah melewati target. Tapi kami akan tunggu sampai Desember, mudah-mudahan tetap konsisten di atas 7,1%," ucap Mendag Budi saat ditemui di Gedung Kemendag, Jakarta Barat, Selasa (25/11/2025).
Baca Juga
Implementasi B50 Bakal Ganggu Ekspor CPO RI? Begini Respons Mendag Budi
Mendag Budi memaparkan, total ekspor Indonesia hingga saat ini mencapai US$ 209 miliar. Sejalan dengan peningkatan ekspor tersebut, neraca perdagangan Indonesia juga mengalami surplus dan terjadi peningkatan hingga 50,93%.
Untuk meningkatkan dan mengejar target ekspor hingga akhir 2025, menurut Budi Santoso, salah satu strategi yang ditempuh Kemendag adalah memperluas pasar ekspor, yakni menjalin kerja sama atau bermitra melalui perdagangan bebas dengan negara-negara lain.
Mendag mengungkapkan, sepanjang tahun ini, pemerintah RI telah merampungkan lima perjanjian perdagangan, yakni European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia-Canada CEPA (IC-CEPA), Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Area (I-EAEU FTA), Indonesia-Peru CEPA, dan Indonesia-Tunisia PTA (Preferential Trade Agreement).
Baca Juga
Ekspor Tangguh, Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III
Mendag Budi mengatakan perundingan perjanjian perdagangan Indonesia dengan Tunisia segera rampung sehingga bisa ditandatangani pada Januari 2026.
"Jadi, ketika kita menghadapi tekanan perdagangan internasional yang seperti ini, ekspor kita tetap tumbuh bagus," ungkap mantan Sekjen Kemendag tersebut.

