Mendag Pede Ekspor Produk Hilir Tambang Kian Meroket
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso optimitis kinerja ekspor Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) tahun ini akan melonjak lebih tinggi lagi dibandingkan dengan 2025 lalu yang sebesar 16,66%.
Hal ini diyakini Mendag Budi setelah Indonesia secara resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Tariff (ART) dengan Negeri Paman Sam. Meski dikenakan tarif impor 19%, namun sejumlah produk atau komoditas asal Tanah Air akan dikenakan tarif 0% saat masuk pasar AS.
"Harapan kita naik ya, kita targetnya naik. Karena sekarang sudah beberapa komoditas 0%, komoditas unggulan kita itu yang bisa masuk ke sana. Nah otomatis seharusnya naik," ucapnya saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Sejumlah komoditas maupun produk yang mendapatkan tarif 0% ke pasar AS di antaranya adalah kopi, kakao, karet, minyak sawit, rempah-rempah, komponen elektronik dan semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang.
Baca Juga
Kesepakatan Dagang RI-AS Berlaku, Google hingga Netflix Dipastikan Bebas PPh Digital
Mendag Budi menjelaskan, Indonesia juga telah melakukan perjanjian perdagangan dengan negara-negara lain yang dapat membuat akses pasar semakin luas. Menurutnya, hal tersebut akan membuka peluang kinerja ekspor semakin melonjak hingga mendatangkan sejumlah investasi masuk.
"Nah yang kedua untuk meningkatkan ekspor kita. Investasi juga bisa berorientasi ekspor karena kita sekarang semakin banyak pasar yang kita punyai berdasarkan perjanjian dagang apakah dengan Amerika atau dengan EU," ungkapnya.
Maka dari itu, Mendag Budi menargetkan proses ratifikasi dari kesepakatan perdagangan dapat segera diselesaikan. Pemerintah pun menargetkan dapat rampung pada tahun ini.
"Saya kira ratifikasi tahun ini mungkin selesai lah, ini kan masih awal tahun. Jadi bisa tahun ini bisa implementasikan 90 hari kan setelah ratifikasi. Ya mudah-mudahan, ya harus kita kejar secepatnya lah," imbuh Mendag Budi.

