BP Tapera: Daya Beli Melemah, Serapan FLPP 2025 Belum Sesuai Target
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho tak menampik masih terdapat sejumlah faktor yang menjadi kendala percepatan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) pada 2025. Menurutnya, faktor dominan yang menghambat penyerapan adalah belum pulih sepenuhnya daya beli masyarakat.
Tak hanya itu, kata Heru, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 sebesar 5,04% secara tahunan (year on year/yoy), melambat dibandingkan kuartal II 2025 yang tumbuh 5,12%. Konsumsi masyarakat tercatat 4,89%, atau berada di bawah kecenderungan pertumbuhan di atas 5%.
Baca Juga
BP Tapera Salurkan KPR FLPP Rp 26,51 Triliun per November 2025
“Data tersebut memperlihatkan bahwa daya beli masyarakat masih tertahan. Dengan kata lain, daya beli masyarakat masih belum pulih,” ungkap Heru melalui keterangan resmi, dikutip Selasa (25/11/2025).
Dikatakan Heru, indikator daya beli juga tercermin dari Survei Konsumen Bank Indonesia. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 123,5 pada 2024, kemudian turun ke 115 pada September 2025. Pada Oktober 2025, IKK kembali naik menjadi 121,2.
Heru menambahkan, stimulus pemerintah bertajuk “8+4+5” yang meliputi delapan program akselerasi 2025, empat program lanjutan 2026, dan lima program penciptaan lapangan kerja, belum mampu mendorong daya beli secara signifikan.
“Dengan segala kondisi yang ada, BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) masih melakukan roadshow di daerah-daerah yang memiliki potensi permintaan rumah subsidi yang tinggi. Langkah ini untuk mengejar target kuota FLPP 2025 sebesar 350.000. Selain itu, BP Tapera juga terus bekerja sama dengan berbagai pihak seperti pengembang dan bank penyalur,” tegas Heru.

