Bagikan

Harga Emas Turun 1% Setelah Pemerintahan AS Dibuka Lagi

Poin Penting

Harga emas turun 1% setelah pemerintah AS dibuka kembali.
Ekspektasi pemotongan suku bunga meredup dan memicu aksi jual pasar.
Harga perak, platinum, dan paladium juga kompak melemah.

JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas turun 1% pada Kamis (13/11/2025) setelah Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali beroperasi, memicu aksi jual yang menekan berbagai kelas aset. Koreksi terjadi hanya beberapa jam setelah logam mulia itu menyentuh level tertinggi 3 minggu di awal sesi, menandai volatilitas tajam yang mencerminkan perubahan sentimen pasar global.

Data resmi menunjukkan harga emas spot bergerak melemah hingga 1,1% menjadi US$ 4.151,86 per ons. Harga perak spot juga terkoreksi 2,3% menjadi US$ 52,18 setelah sempat mencapai posisi tertinggi sejak 17 Oktober di awal perdagangan. Untuk kontrak berjangka, harga emas pengiriman Desember di Amerika Serikat ditutup 0,5% lebih rendah di US$ 4.194,50.

Baca Juga

Harga Emas Antam (ANTM) Naik ke Rp 2,367 Juta, Pasar Optimistis The Fed Pangkas Suku Bunga

Pemerintah Amerika Serikat kembali menjalankan operasional penuh setelah penutupan selama 43 hari, yang menjadi rekor terpanjang sepanjang sejarah. Berdasarkan kesepakatan terbaru, pendanaan pemerintah hanya berlaku hingga 30 Januari sehingga ketidakpastian fiskal masih membayangi pelaku pasar.

Pedagang logam independen Tai Wong menyebut pelemahan harga emas mencerminkan tekanan luas dari hampir seluruh instrumen keuangan. Ia menyatakan logam mulia ikut terseret tren pelepasan aset setelah kepastian pembukaan kembali Pemerintah Amerika Serikat meredakan ketegangan jangka pendek di pasar. "Pergerakan tersebut merupakan pola klasik buy buy rumor dan sell on fact saat sentimen membaik secara tiba-tiba," kata dia dilansir CNBC.

Ilustrasi emas. (CNBC)
Source: CNBC

Pada awal perdagangan, harga emas sempat menyentuh US$ 4.244,94 yang menjadi titik tertinggi sejak 21 Oktober. Lonjakan sesaat itu dipicu pandangan bahwa data ekonomi pasca-shutdown akan menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja Amerika Serikat dan mendorong Federal Reserve (The Fed) melakukan satu kali pemotongan suku bunga pada Desember.

Namun, analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff menjelaskan ekspektasi tersebut mulai memudar dalam beberapa jam terakhir. Pernyataan para pembuat kebijakan Federal Reserve menunjukkan kekhawatiran mengenai inflasi dan stabilitas relatif pasar tenaga kerja, bahkan setelah dua kali pemotongan suku bunga Amerika Serikat yang dilakukan tahun ini. "Komentar tersebut mengindikasikan penurunan suku bunga tambahan menjadi semakin diragukan," kata dia.

Baca Juga

Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 3 Minggu karena 'Shutdown Goverment' AS Segera Berakhir

Sementara itu, survei swasta memperlihatkan pasar tenaga kerja Amerika Serikat masih melemah. Meski bank sentral telah menurunkan suku bunga pada bulan lalu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengingatkan bahwa keputusan pelonggaran lebih lanjut tidak dijamin, terutama karena keterbatasan data yang tersedia pasca-shutdown.

Suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi pendorong kenaikan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil dan dianggap sebagai aset lindung nilai saat ketidakpastian ekonomi meningkat. Namun, ketika peluang pemotongan suku bunga melemah, investor cenderung kembali menahan posisi di emas.

Tekanan tidak hanya terjadi pada emas. Harga platinum turun 2,8% menjadi US$ 1.569,65, sementara harga paladium merosot 3,7% menjadi US$ 1.419,75. 

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024