Kadin Dukung Proyek Kereta Cepat Jakarta – Surabaya dan ‘Giant Sea Wall’, Minat Masuk?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung rencana pembangunan dua proyek besar Presiden Prabowo Subianto, yakni Kereta Cepat Jakarta – Surabaya dan tanggul laut raksasa (giant sea wall/GSW).
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator ((WKUK) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kadin, Carmelita Hartoto saat ditemui seusai rapat koordinasi nasional (Rakornas) yang bertajuk “Koordinasi Pusat dan Daerah: Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Mendukung Asta Cita” di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025).
Baca Juga
“Kita ikut saja selama aturan dan perhitungannya juga benar secara ekonomis supaya jangan menjadi permasalahan (utang) lagi, seperti Whoosh kemarin. Dari kita sih, dukung aja,” kata Meme, sapaan akrabnya Carmelita kepada investortrust.id, Kamis (13/11/2025).
Meski demikian, Meme menegaskan Kadin belum bisa memastikan apakah akan ikut terlibat dalam proyek tersebut. Menurut dia, nilai investasi yang besar membuat Kadin perlu mencermati terlebih dahulu potensi dan kelayakan ekonomi proyek. “Kita belum lihat ya, masih belum lihat. Itu kan pasti gede (investasinya). Dilihat dulu lah bagaimana perhitungannya secara ekonomis,” jelas Meme.
Ia menambahkan, jika proyek membutuhkan dana besar, kemungkinan akan melibatkan konsorsium dan kerja sama dengan investor asing. Namun, keterbukaan informasi dari pemerintah dinilai penting agar pelaku usaha dapat menilai kelayakan proyek sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
“Kalau perhitungannya sudah beres disampaikan, kan masalahnya kadang-kadang kita secara detail enggak dapat perhitungannya,” ujar Meme.
Baca Juga
Rosan Ungkap Skema Penyelesaian Polemik Whoosh, Sebagian Gunakan APBN Lewat PSO
Meme menyampaikan, Kadin akan terus menggelar forum diskusi dengan pemerintah untuk menggali informasi terkait proyek strategis nasional di berbagai daerah, khususnya pemerataan infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.
“Inilah gunanya ada focus group discussion (FGD) agar kita bersinergi, supaya kita mendapatkan informasi dari dalam pemerintahan. Kalau informasinya sudah kita dapat, nanti bisa kita sampaikan ke pengusaha-pengusaha yang mungkin tertarik,” tutupnya.

