Kilang Pertamina Cilacap, Pelopor Pabrik Energi Hijau yang Bikin Bangga Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kilang Pertamina Internasional (KPI) berkomitmen menjawab tantangan global terhadap kebutuhan energi hijau dengan mengembangkan pengolahan bahan bakar ramah lingkungan di Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Upaya ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon di Indonesia.
Pjs Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional Milla Suciyani mengatakan pengembangan energi hijau menjadi bagian dari dua strategi pertumbuhan ganda KPI. Selain memperkuat bisnis eksisting, KPI juga berfokus pada bisnis energi rendah karbon untuk masa depan. “Mengembangkan bisnis energi hijau dan rendah karbon di masa depan merupakan salah satu strategi utama kami, selain meningkatkan kapasitas kilang dalam mengolah minyak mentah menjadi BBM,” ujar Milla dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga
Kilang Balongan Pertamina: "Muda", Kompleksitas Tertinggi, dan Jantung Energi Jabodetabek
Di Kilang Cilacap, KPI menjalankan dua proyek strategis berorientasi lingkungan. Proyek pertama, Blue Sky Cilacap, telah beroperasi sejak Agustus 2019. Tujuannya meningkatkan kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline dari setara Euro 2 menjadi setara Euro 5, yang lebih ramah lingkungan. “BBM standar Euro 5 adalah regulasi emisi Uni Eropa yang menjadi acuan global dalam pengendalian polusi udara. Melalui Proyek Blue Sky Cilacap, kami menghadirkan BBM ramah lingkungan tersebut untuk masyarakat Indonesia,” jelas Milla.
Peningkatan kualitas BBM dilakukan dengan teknologi residual fluid catalytic cracking (RFCC) dan pembangunan fasilitas pendukung, seperti new platformer dan sulfur recovery init. Teknologi ini menekan kadar sulfur secara signifikan, sehingga emisi gas buang kendaraan menjadi lebih bersih. Berkat proyek ini, produksi Gasoline RON 92 meningkat dari 23 ribu barel per hari menjadi 53 ribu barel per hari, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Bahan Bakar Nabati dan Avtur Hijau Pertama di Indonesia
Selain peningkatan kualitas BBM konvensional, Kilang Cilacap juga menjadi pionir pengolahan bahan bakar berbasis nabati melalui proyek green refinery Cilacap phase 1 yang beroperasi sejak Februari 2022. Proyek ini menandai langkah penting dalam mewujudkan bahan bakar rendah emisi di Indonesia.
Menurut Milla, proyek tersebut menghasilkan hydrotreated vegetable oil (HVO), bahan bakar diesel terbarukan berbasis minyak sawit dengan merek dagang Pertamina Renewable Diesel (Pertamina RD). Kilang Cilacap mampu memproduksi hingga 3.000 barel HVO per hari dengan bahan baku RBDPO (refined bleached deodorized palm oil) atau minyak sawit yang telah dimurnikan. “Aspek keberlanjutan menjadi fokus bisnis KPI. Kami tidak hanya memproduksi BBM, tapi juga berkontribusi terhadap lingkungan melalui produk yang lebih bersih,” kata Milla.
Baca Juga
Airlangga Targetkan Pembangunan Kilang Modular Dimulai Tahun Ini
Tak berhenti di situ, KPI juga berhasil mengembangkan Pertamina sustainable aviation fuel (PertaminaSAF), bahan bakar pesawat ramah lingkungan yang diolah dari minyak jelantah menggunakan teknologi co-processing Katalis Merah Putih, inovasi hasil karya anak bangsa.
Dengan metode ini, Kilang Cilacap mampu memproduksi hingga 9.000 barel PertaminaSAF per hari. Produk ini telah sukses diuji terbang pada 20 Agustus 2025, menandai tonggak baru bagi sektor aviasi Indonesia. “PertaminaSAF menjadi solusi inovatif dalam menjawab tantangan emisi karbon dari industri penerbangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam transisi energi global,” ungkap Milla.
Rangkaian proyek strategis di Kilang Cilacap menunjukkan kemampuan industri pengolahan energi nasional bertransformasi menjadi lebih hijau dan efisien. Menurut Milla, capaian ini tidak lepas dari dukungan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. “Melalui proyek ini, KPI membuktikan bahwa industri pengolahan energi dapat berkembang menuju efisiensi, keberlanjutan, dan penguatan ketahanan energi nasional,” tutup Milla.

