ATR/BPN Lindungi 7 Juta Hektare Sawah Demi Dukung Swasembada Pangan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan akan melindungi sekitar 7 juta hektare (ha) lahan sawah produktif guna mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid menyatakan, upaya menjaga lahan sawah produktif tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan beras nasional yang mencapai sekitar 35 juta ton per tahun. “Kebutuhan beras kita secara nasional itu 35 juta ton,” kata Nusron dalam Sarasehan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2025 di Hotel Sheraton, Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga
Kolaborasi Bank Mandiri (BMRI) dan UGM Bawa Inovasi ke Sawah
Nusron menjelaskan, perlindungan lahan sawah menjadi salah satu prioritas pemerintah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Dalam aturan itu, Presiden Prabowo menetapkan bahwa 87% lahan baku sawah (LBS) harus ditetapkan sebagai kawasan pertanian dan pangan berkelanjutan (KP2B). Saat ini, realisasi KP2B baru mencapai 57% dari total LBS di Indonesia. “Agregat KP2B-nya secara nasional berbasis RTRW kabupaten/kota hanya 57%. Gap-nya jauh sekali dari target,” tandas Nusron.
Untuk menutup kesenjangan tersebut, pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap alih fungsi lahan pertanian produktif. Saat ini, total luas lahan baku sawah di Indonesia mencapai 7,3 juta ha.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan aturan pelarangan mutlak alih fungsi lahan sawah.
Baca Juga
Bakal Cetak 400 Ribu Ha Sawah di 2026, Mentan Amran Dapat Kucuran Dana Rp 10 Triliun
Zulhas menjelaskan, kebijakan tersebut disusun bersama Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid untuk mempercepat penerbitan peraturan yang melindungi lahan pertanian produktif.
“Pak Nusron kemarin dalam rapat terakhir meminta percepatan mengenai PP atau kepres agar sawah tidak boleh lagi dialihfungsikan. Sudah selesai saya kira PP ini,” ujar Zulkifli dalam acara Agri Food Summit 2025: Menata Jalan Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia di Menara Bank Mega, Kamis (16/10/2025).

