Freeport Siapkan Investasi di 2026 untuk Keberlanjutan Tambang dan Hilirisasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan akan melanjutkan komitmen investasinya pada 2026 dengan nilai sekitar Rp 15 triliun. Langkah ini merupakan bagian strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat hilirisasi industri tembaga dan mendukung peningkatan nilai tambah di dalam negeri.
Baca Juga
Ogah Bahas Divestasi Saham, Freeport Lagi Fokus Pulihkan Tambang
Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, mengatakan investasi tersebut sejalan arah kebijakan pemerintah yang menekankan hilirisasi mineral.
“Investasi yang kami lakukan diselaraskan dengan tujuan utama pemerintah, yaitu hilirisasi. Tujuannya mendorong nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar Katri di acara Investortrust Economic Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Ia menjelaskan, sumber daya tembaga Freeport yang telah teridentifikasi masih sangat besar yakni mencapai 3 miliar ton yang bisa ditambang hingga 2041. Selain itu, terdapat cadangan tambahan sekitar 1,5 miliar ton yang berpotensi dieksplorasi lebih lanjut. “Tambang ini jika sudah dioperasikan, lebih baik dijalankan sampai benar-benar habis, karena tidak bisa bolak-balik. Itu sebabnya investasi harus terus berjalan,” jelasnya.
Baca Juga
Komitmen Hilirisasi, Freeport Pastikan 100% Konsentrat Tembaga Kini Diolah di Dalam Negeri
Katri menegaskan, dengan smelter baru di Gresik yang sudah beroperasi tahun lalu, Freeport siap melanjutkan investasi untuk memperkuat rantai pasok industri tembaga nasional. “Untuk 2026, kita akan terus lanjut. Smelter kami sudah siap, dan mudah-mudahan segera bisa melanjutkan operasi,” tutupnya.

