MTI Minta Pemerintah Tuntaskan Jalur Kereta Mangkrak Sebelum Bangun Trans Railways
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menilai rencana pemerintah untuk membangun proyek trans railways di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi perlu diawali dengan penyelesaian jalur kereta api (KA) yang belum beroperasi alias mangkrak di beberapa wilayah.
Djoko mengatakan, saat ini terdapat tiga lintas kereta di Sumatra yang belum beroperasi meski telah dibangun, mulai Krueng Mane - Muara Satu sepanjang 8 kilometer (km), Binjai – Besitang sepanjang 20 km, serta lintas dari Rantau Prapat ke arah selatan.
“Yang jelas pertama, sekarang itu ada tiga lintas di Sumatra belum dioperasikan. Itu dahulu dilakukan ya, karena sudah 2 tahun bisa mangkrak,” ungkap Djoko saat dihubungi investortrust.id, Rabu (5/11/2025).
Selain itu, kata Djoko, proyek jalur KA antar kota, seperti Sigli – Lhokseumawe di Aceh dan Makassar – Parepare di Sulawesi juga perlu dituntaskan sebelum pembangunan jaringan baru dimulai.
Menurut dia, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam merealisasikan proyek trans-railways. “Kalau mengerjakan lainnya, sekarang anggarannya dari mana? Karena kalau anggaran sekarang jelas tidak mungkin. Anggaran Kementerian Perhubungan cuma Rp 28 triliun,” ucap Djoko.
Ia mengingatkan agar proyek tersebut dilakukan dengan perencanaan yang matang dan tidak hanya berhenti di tahap kajian. “Jangan nanti dikaji, dikaji, enggak bangun-bangun. Jadi harus dipilih rute mana yang potensial dan benar-benar bisa dibangun dalam waktu tidak sampai 5 tahun,” ujar Djoko.
Terkait rencana pembangunan jalur kereta di Kalimantan, Djoko menilai proyek tersebut memungkinkan dilakukan, terutama trase KA menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). “Trasenya daerah mana yang dipilih, umpamanya paling tidak itu ke IKN. Itu diberesin. Padahal itu sudah ada desainnya, sudah ada feasibility study (FS)-nya,” beber Djoko.
Namun demikian, Djoko menekankan pentingnya dukungan dan komitmen dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar proyek ini dapat berjalan. “Menhubnya itu ngomong tidak? Kalau Menhubnya tidak ada tanggapan dalam 1 - 2 minggu ini, bubar itu. Tidak bakal terjadi,” imbuhnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmennya untuk pengembangan infrastruktur transportasi massal nasional, termasuk pembangunan jalur kereta api. Hal ini disampaikan Prabowo seusai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025). “Kereta api kita akan kita perbesar di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi," kata Prabowo.
Kepala Negara menegaskan pentingnya kereta api bagi ekonomi nasional. Dikatakan, kereta api akan membuat biaya logistik turun yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. "Karena dengan kereta api, biaya logistik akan turun, biaya ekonomi akan turun. Kita akan kompetitif, dan kesejahteraan rakyat akan meningkat," ujar Prabowo.
Dengan pembangunan jalur kereta api, daya saing ekonomi Indonesia. Menurutnya, moda transportasi ini bukan hanya simbol kemajuan, tetapi juga alat pemerataan kesejahteraan rakyat.
“Sesudah itu tentunya kita harus amankan semua kekayaan kita, dan kereta api akhirnya menjadi salah satu faktor membantu rakyat, membantu rakyat menengah dan rakyat bawah. Kalau orang kaya bisa naik pesawat, bisa naik mobil. Rakyat sebagian besar akan merasakan manfaat daripada kereta api,” lanjut Prabowo.
Untuk itu, Prabowo menugaskan Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk membuat perencanaan jalur kereta di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. “Jadi nanti saya kasih petunjuk ke Menko Infrastruktur, rencanakan yang baik. Trans-Sumatra railway, Trans-Kalimantan railway, Trans-Sulawesi railway,” tutup Prabowo.

