Harga Emas Antam (ANTM) Turun ke Rp 2,278 Juta, Saatnya Beli atau Tunggu?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Senin (3/11/2025) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,278 juta atau turun Rp 12.000 dari Sabtu (1/11/2025) Rp 2,290 juta per gram di tengah dinamika hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China yang masih diliputi ketidakpastian.
Adapun harga emas Antam tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya berada di level Rp 2,487 juta per gram yang dicetak pada Selasa 21 Oktober 2025.
Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,143 juta atau turun Rp 12.000 dari sebelumnya Rp 2,155 juta.
Pergerakan harga emas Antam di tengah harga emas dunia yang kembali terkoreksi. Berdasarkan data pasar spot pada Senin (3/11/2025) pagi, harga emas global bertengger di level US$ 3.992,67 per troy ounce, turun 0,26% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Baca Juga
Penurunan ini terjadi setelah harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 4.380 per troy ounce pada 20 Oktober 2025. Tekanan koreksi muncul seiring meredanya ekspektasi investor terhadap kemungkinan penurunan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed).
Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan bahwa pelaku pasar sebaiknya menahan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga pada Desember 2025, setelah bank sentral AS tersebut memangkas suku bunga sebesar seperempat poin pada pekan lalu.
Dari sisi geopolitik, pasar juga mencermati hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang menghasilkan gencatan senjata perdagangan selama 1 tahun. Meskipun perjanjian tersebut sempat meredakan ketegangan, analis menilai jeda ini bersifat sementara dan belum menyelesaikan persoalan mendasar terkait persaingan jangka panjang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu.
Dalam pernyataan publik seusai pertemuan, Xi Jinping menegaskan pentingnya menjaga stabilitas rantai pasokan global. Analis memandang pernyataan Xi sebagai sinyal bahwa Tiongkok berupaya memperkuat posisinya dalam perdagangan global, yang secara tidak langsung mendorong minat terhadap aset lindung nilai, seperti emas.
Selain faktor makroekonomi, tekanan terhadap harga emas juga dipicu oleh arus keluar dana dari exchange traded fund (ETF) berbasis emas. Data Bloomberg menunjukkan, kepemilikan emas di ETF global mengalami penurunan selama enam hari berturut-turut sebelum kembali mencatat arus masuk bersih pada Kamis (30/10/2025).
Meski mengalami koreksi jangka pendek, kinerja emas sepanjang 2025 tetap positif dengan kenaikan lebih dari 50% secara tahunan. Permintaan yang kuat terutama datang dari investor institusional yang mencari aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global, serta bank sentral yang meningkatkan cadangan emas.
Baca Juga
Bikin Kaget, Harga Emas Antam Naik Saat Logam Mulia Global Melemah
Laporan World Gold Council (WGC) mencatat, pembelian emas oleh bank sentral meningkat 28% pada kuartal III 2025 dibandingkan kuartal sebelumnya, membalik tren penurunan yang terjadi pada awal tahun. Peningkatan ini menunjukkan bahwa bank sentral global terus memperkuat diversifikasi cadangan devisa mereka di tengah fluktuasi nilai mata uang utama dunia.
Berikut harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,189 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,278 juta
- Emas 2 gram: Rp 4,490 juta
- Emas 3 gram: Rp 6,719 juta
- Emas 5 gram: Rp 11,165 juta
- Emas 10 gram: Rp 22,275 juta
- Emas 25 gram: Rp 55,562 juta
- Emas 50 gram: Rp 111,045 juta
- Emas 100 gram: Rp 222,012 juta
- Emas 250 gram: Rp 554,765 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,109,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,218,600 miliar.

