Dolar AS Perkasa, Harga Emas Antam (ANTM) Melemah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Sabtu (1/11/2025) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,290 juta atau turun Rp 15.000 dari Jumat (31/10/2025) Rp 2,305 juta per gram seiring meningkatnya ketidakpastian terkait arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed).
Adapun harga emas Antam tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya berada di level Rp 2,487 juta per gram yang dicetak pada Selasa 21 Oktober 2025.
Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,155 juta atau turun Rp 15.000 dari sebelumnya Rp 2,170 juta.
Pergerakan harga emas Antam di tengah harga emas global yang melemah pada perdagangan Jumat (31/10/2025). Harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.001,74 per ons, tetapi masih membukukan kenaikan 3,7% sepanjang Oktober. Sementara itu, harga emas berjangka kontrak Desember ditutup melemah 0,5% di level US$ 3.996,5 per ons.
Baca Juga
Pelemahan harga emas terjadi setelah Indeks Dolar AS bertahan di level tertinggi 3 bulan, membuat harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain. Sentimen pasar juga tertekan oleh pernyataan pejabat The Fed yang menegaskan sikap hati-hati terhadap penurunan suku bunga lanjutan.
Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack menyatakan pada Jumat bahwa ia menolak pemangkasan suku bunga lebih lanjut pekan ini. Ia menegaskan, bank sentral masih perlu menjaga kebijakan yang ketat untuk memastikan inflasi benar-benar turun ke level sasaran.
The Fed memangkas suku bunga pada Rabu sebelumnya, tetapi nada agresif dari Ketua Jerome Powell membuat pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga Desember turun menjadi sekitar 63%, dari sebelumnya lebih dari 90%, menurut data CME FedWatch Tool.
Emas cenderung kehilangan daya tarik saat suku bunga naik karena tidak memberikan imbal hasil. Namun, reli harga emas tahun ini tetap mengesankan, dengan kenaikan mencapai 53% dan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 4.381,21 per ons pada 20 Oktober lalu.
Baca Juga
Emas Antam (ANTM) Merosot Rp 45.000 karena Meredanya Tensi Dagang AS–Tiongkok
Dalam laporannya, Morgan Stanley menyatakan masih melihat potensi kenaikan harga emas di tahun depan. Bank investasi global itu menilai pemangkasan suku bunga, aliran dana ke reksa dana berbasis emas (ETF), pembelian emas oleh bank sentral, dan ketidakpastian ekonomi global akan mendukung harga logam mulia tersebut. “Kami memperkirakan harga emas akan mencapai rata-rata US$ 4.300 per ons pada paruh pertama 2026,” tulis Morgan Stanley dalam laporan risetnya.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis (30/10/2025) bahwa pemerintahannya akan memangkas tarif terhadap China dari 57% menjadi 47%. Langkah ini disebut sebagai imbal balik atas tindakan Beijing dalam mengendalikan perdagangan ilegal fentanil, melanjutkan pembelian kedelai AS, serta menjaga ekspor tanah jarang (rare earth).
Berikut harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,195 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,290 juta
- Emas 2 gram: Rp 4,520 juta
- Emas 3 gram: Rp 6,755 juta
- Emas 5 gram: Rp 11,225 juta
- Emas 10 gram: Rp 22,395 juta
- Emas 25 gram: Rp 55,862 juta
- Emas 50 gram: Rp 111,645 juta
- Emas 100 gram: Rp 223,212 juta
- Emas 250 gram: Rp 557,765 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,111,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,230,600 miliar.

