Emas Antam (ANTM) Terbang Rp 30.000, Saatnya Borong atau Tunggu?
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Rabu (6/5/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,790 juta atau naik Rp 30.000 dari Selasa (5/5/2026) Rp 2,760 juta per gram saat investor mengevaluasi rapuhnya gencatan senjata di Timur Tengah serta potensi dampak konflik terhadap inflasi global dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,580 juta atau naik Rp 35.000 dari sebelumnya Rp 2,545 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang menguat pada Selasa (5/5/2026). Harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 4.557,56 per ons setelah pada sesi sebelumnya menyentuh titik terendah sejak 31 Maret. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,8% lebih tinggi di level US$ 4.568,50 per ons.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Turun ke Rp 2,795 Juta, Pasar Cermati Inflasi AS
Sentimen geopolitik tetap menjadi faktor utama yang menopang pergerakan harga emas. Uni Emirat Arab melaporkan wilayahnya diserang rudal dan drone Iran. Pada saat yang sama, Washington menyatakan gencatan senjata masih berlaku meski sehari sebelumnya terjadi baku tembak ketika pasukan Amerika Serikat berupaya membuka paksa akses Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur distribusi vital yang mengangkut sebagian besar pasokan minyak, pupuk, dan berbagai komoditas strategis dunia. Penutupan jalur tersebut sejak serangan dimulai pada Jumat (28/2/2026) mendorong kenaikan harga komoditas secara global.
Harga minyak turun pada perdagangan Selasa, tetapi pelemahannya terbatas. Kondisi ini tetap memicu kekhawatiran pasar karena harga energi yang tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan menunda siklus pelonggaran kebijakan moneter bank sentral global.
Secara historis, emas dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, daya tariknya dapat berkurang ketika suku bunga tinggi karena investor cenderung beralih ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih besar.
Data Tenaga Kerja AS
Selain perkembangan geopolitik, perhatian investor kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat periode April yang akan dirilis akhir pekan ini. Data tersebut dinilai menjadi indikator penting untuk mengukur ketahanan ekonomi terbesar dunia di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian global.
Jika data menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid, Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sebaliknya, pelemahan signifikan dapat membuka kembali ruang bagi bank sentral Amerika Serikat untuk menurunkan suku bunga.
Baca Juga
Harga Emas Turun di Tengah Kekhawatiran Inflasi dan Ketegangan AS-Iran
Ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter The Fed akan sangat menentukan pergerakan emas dalam jangka pendek, mengingat logam mulia sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga acuan.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,445 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,790 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,520 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,255 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,725 juta
- Emas 10 gram: Rp 27,395 juta
- Emas 25 gram: Rp 68,362 juta
- Emas 50 gram: Rp 136,645 juta
- Emas 100 gram: Rp 273,212 juta
- Emas 250 gram: Rp 682,765 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,365,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,730,600 miliar.

