Investor Arab Lirik Proyek Bendungan Indonesia, Pemerintah Siapkan Lanjutan Negosiasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah mengungkapkan adanya ketertarikan investor asal Arab Saudi untuk menanamkan modal pada proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) di sektor bendungan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menyebutkan, proyek bendungan menjadi salah satu yang menarik bagi investor asing karena memiliki potensi menghasilkan listrik yang bisa dijual ke PT PLN (Persero) secara komersial.
“Di Arab Saudi saya menawarkan beberapa bendungan memang, ya kalau bendungan itu lebih mudah mendapatkan Public Private Partnership (PPP) karena kan dia bisa membentuk listrik, kemudian listriknya bisa jual ke PLN,” kata Dody di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2025).
Ia turut menyampaikan, pembahasan dengan pihak Arab Saudi kali ini lebih difokuskan pada proyek-proyek infrastruktur air karena bertepatan dengan acara The 5th Islamic Conference of Ministers Responsible for Water yang diselenggarakan di Jeddah, Arab Saudi, pada 21 – 22 Oktober 2025.
Menurut Dody, tanggapan dari pihak Arab sejauh ini positif. “Topiknya memang infrastruktur air, jadi fokusnya di air. Respon di sana positif, tapi diskusi lebih lanjut akan saya teruskan dengan Dubes Saudi yang ada di sini,” tandasnya.
Secara terpisah, Perusahaan raksasa energi baru dan terbarukan (EBT) asal Uni Emirat Arab (UEA) Masdar menjajaki kerja sama pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Indonesia dengan menggandeng PT PLN (Persero).
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di Abu Dhabi, UEA, Selasa (8/4/2025) bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, ruang lingkup MoU ini mencakup eksplorasi potensi pengembangan proyek floating solar di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang.
"Proyek ini akan mengoptimalkan potensi sumber daya surya di Indonesia yang melimpah dengan media lahan air guna menghasilkan energi bersih, serta mempercepat transisi menuju energi yang rendah karbon," kata dia beberapa waktu lalu.
Selain MoU tersebut, PLN dan Masdar juga menandatangani principles of agreement untuk menjajaki potensi perluasan kapasitas proyek PLTS terapung Cirata. Sebelumnya, PLTS terapung Cirata resmi beroperasi sejak November 2023 berkapasitas 192 megawatt peak (MWp), dan saat ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam penyediaan energi bersih bagi 50.000 rumah tangga serta mengurangi emisi karbon 214.000 ton per tahun.
“PLN berkomitmen memimpin transisi energi di Indonesia. Kolaborasi dengan Masdar merupakan bukti dari upaya bersama menanggulangi krisis iklim global. Melalui peningkatan kapasitas energi terbarukan, kami tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi menguatkan kedaulatan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Darmawan.

