Menekraf: Inovasi dan Kreativitas Jadi Motor Ekonomi Ibu Kota
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menegaskan dukungannya terhadap penyelenggaraan Jakarta Innovation Days (JID) 2025, yang berlangsung di Thamrin Nine Ballroom dan kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada 21-25 Oktober 2025. Ajang ini menghadirkan lebih 100 booth inovasi dan menjadi wadah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan kolaborasi lintas sektor di Ibu Kota.
Menteri Ekraf (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menilai inovasi dan kreativitas menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi perkotaan. “Kota bukan hanya ruang hidup, tetapi juga ruang tumbuh bagi ide-ide kreatif. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha adalah kunci untuk menciptakan kota yang adaptif dan berdaya bagi masyarakat,” dikutip Jumat (24/10/2025).
Diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), JID 2025 mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan sektor bisnis untuk membangun sinergi dalam pengembangan inovasi kota. Inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif yang produktif dan berdaya saing global.
Baca Juga
Investasi Ekraf Melonjak, Sentuh Rp 90,12 Triliun di Semester I 2025
Mengusung tema “Innovation for All”, JID 2025 menghadirkan lebih dari 100 booth inovasi dan instalasi kreatif yang tersebar di kawasan Dukuh Atas. Sejumlah kegiatan, seperti Innovation Talks, Creative Market, dan Jakarta Innovation Awards juga digelar untuk menumbuhkan kolaborasi antara startup, UMKM, dan investor.
Menteri Ekraf menegaskan bahwa inovasi menjadi elemen penting dalam menciptakan kota tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Ia menyebut sektor ekonomi kreatif dapat menjadi penopang ekonomi baru yang mengandalkan ide dan kolaborasi, bukan hanya modal fisik.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menilai bahwa pembangunan kota modern harus digerakkan oleh inovasi yang implementatif dan berdampak ekonomi. “Jakarta harus menjadi contoh kota modern yang bergerak maju lewat inovasi yang implemental, bukan sekadar konsep baru. Kita ingin kota ini nyaman, inklusif, dan terus menjadi ruang bagi warga untuk berkreasi dan berinovasi,” katanya.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengapresiasi format penyelenggaraan JID yang menyatukan pameran, seni, dan ruang publik menjadi satu kesatuan ekosistem kreatif. “Kalau melihat booth dan instalasi yang tersebar hingga ke area agora dan Dukuh Atas, ini menunjukkan betapa luasnya radius kolaborasi JID. Ini bukan hanya pameran, tapi ekosistem hidup yang menegaskan Jakarta sebagai kota kreatif,” ujarnya.
Baca Juga
Kemenekraf dan LKPP Teken MoU, Dorong Produk Kreatif Masuk Sistem Pengadaan Digital
Wakil Kepala Bappeda DKI Jakarta Deftrianov menambahkan, JID menjadi contoh nyata transformasi ruang publik menjadi ruang kolaborasi produktif. “Dukuh Atas bukan sekadar titik transit, tapi playground bagi masyarakat, tempat ide dan inovasi bisa tumbuh,” jelasnya.
Kementerian Ekraf menilai JID 2025 sebagai momentum penting untuk memperkuat karakter Jakarta sebagai kota kolaboratif, inovatif, dan berdaya saing ekonomi tinggi. Dengan sinergi lintas sektor, kota tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ekosistem hidup yang menumbuhkan kreativitas dan inovasi berkelanjutan.

