PT RITS Pastikan Keamanan Siber Sistem Tol MLFF Terjamin 100% Andal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) asal Hungaria memastikan sistem keamanan siber dalam proyek tol nirsentuh alias multi-lane free flow (MLFF) telah sepenuhnya terjamin andal oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Direktur Utama PT RITS, Attila Keszeg mengatakan, saat ini seluruh ruas jalan tol nasional menangani minimal 10 juta transaksi per hari. “Ada hingga 10 juta transaksi per hari di sistem nasional jalan tol. Angka tersebut luar biasa tinggi,” katanya saat ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Dengan diterapkannya sistem MLFF, lanjut Attila, pengguna jalan tol akan merasakan kemudahan karena tidak perlu berhenti di gerbang tol. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan volume lalu lintas (VLL) dan jumlah transaksi di masa mendatang.
Ia menegaskan, data pengguna jalan tol dalam sistem MLFF akan sepenuhnya dikelola dan dimiliki oleh pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sementara PT RITS hanya bertugas sebagai penyedia sistem dan fasilitator transaksi. “Pemilik data adalah PU, kami hanya memfasilitasi transaksi,” jelas Attila.
Menurut Attila, seluruh transaksi MLFF telah diuji oleh lembaga terkait untuk memastikan keandalan sistem dari sisi keamanan siber. “Kami bersedia diperiksa. Bahkan setelah diaudit mereka (Badan Siber dan Sandi Negara/BSSN) 3 minggu, hasilnya menunjukkan sistem kami sangat tangguh dan andal,” ungkapnya.
Baca Juga
PU Buka Peluang Uji Coba MLFF di Ruas Tol Jabodetabek atau Trans-Jawa
Di sisi lain, Attila menyebut pengembangan sistem MLFF yang dikembangkan perusahaan telah selesai pada Desember 2023. “Ini adalah hubungan yang sangat lama antara Pemerintah Indonesia dan kami karena kami telah menyatakan bahwa pengembangan sistem asli kami telah selesai pada Desember 2023,” terangnya.
Adapun sebagai bagian persiapan implementasi, RITS juga telah menyiapkan 4.200 unit kamera, 800 kabinet yang akan terhubung ke pusat kendali perusahaan, serta 40 unit mobil patroli yang dilengkapi kamera untuk mengawasi pengguna jalan tol yang belum membayar tarif.
Ia menyampaikan, Pemerintah Hungaria dan para investor yang terlibat tetap mendukung penuh kerja sama proyek MLFF di Indonesia. Attila pun menilai penetapan proyek ini sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) menunjukkan dukungan dan kepercayaan dari pemerintah Indonesia. “Kami tetap teguh dalam keinginan kami untuk memberikan nilai tambah dan kerja sama yang erat antara Hungaria dan Indonesia. Status PSN juga merupakan tanda kepercayaan dan bukti bahwa pemerintah Indonesia benar-benar berkomitmen di balik proyek ini,” tegasnya.
Bos RITS pun menambahkan, kehadiran Kepala BPJT Wilan Oktavian dan Anggota BPJT Sony Sulaksono Wibowo dalam acara HunIndo Tech 6.0 menunjukkan sinyal positif terhadap kelanjutan pembahasan proyek MLFF.
Terkait jadwal implementasi, kata Attila, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah mengenai waktu pelaksanaan dan rencana teknis proyek.
Baca Juga
PU Buka Peluang Uji Coba MLFF di Ruas Tol Jabodetabek atau Trans-Jawa
BPJT Kementerian PU menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam implementasi sistem pembayaran tol MLFF. Meski secara teknologi telah siap, aspek hukum, bisnis, dan integrasi sistem menjadi tantangan utama sebelum diterapkan secara penuh.
Anggota BPJT, Sony Sulaksono Wibowo menerangkan, salah satu tantangan utama terletak pada integrasi sistem teknologi yang dikembangkan oleh PT RITS dengan sistem operasional yang telah digunakan oleh operator jalan tol di Indonesia.

