Soal Perubahan Skema MLFF Jadi Satu Lajur, RITS Respons Ini
JAKARTA, investortrust.id – Direktur PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), Renaldi Utomo Djojohadikusumo menyampaikan, sistem bayar tol nontunai, nirsentuh, nirhenti, atau Multi Lane Free Flow (MLFF) akan tetap sesuai kontrak awal.
Dikatakan Renaldi, sampai saat ini pihaknya belum menerima usulan terkait perubahan skema MLFF menjadi satu lajur atau single lane free flow (SLFF).
Namun demikian, lanjut Renaldi, apabila pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ingin menerapkan skema baru, PT RITS siap gerak cepat untuk melaksanakan hal tersebut.
Baca Juga
Roatex Indonesia Siap Terapkan Sistem Tol MLFF di Kuartal I-2025, Tapi…
“Secara resmi, kami sesuai dengan kontrak, belum mendapatkan permintaan perubahan desain (MLFF ke SLFF). Tetapi ketika kami diminta untuk melakukan transisi menggunakan barrier itu di Bali pada Desember 2023, ya kami siapkan,” ungkap Renaldi saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (6/11/2024).
Berdasarkan catatan investortrust.id, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) periode 2014-2024, Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pihaknya tengah bernegosiasi dengan perusahaan Hungaria yakni PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) soal perubahan sistem tol MLFF akan dilakukan secara terbatas melalui satu lajur (single lane free flow/SLFF) terlebih dahulu.
“Dulu dari cash menjadi plastik (kartu uang elektronik/KUE) saya dimarahin. Akhirnya semua (sistem pembayaran tol, red) sekarang plastik, nggak ada sekarang yang cash. Nah sekarang dari plastik mau jadi nirsentuh itu juga kita pasti tidak pakai sekaligus 100% nirsentuh, bisa kacau (pelaksanaannya), iya kan? Sehingga kita batasi, kita kasih juga dengan barrier (palang),” ungkap Basuki saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/8/2024) lalu.
Baca Juga
Anggota DPR Sebut Teknologi MLFF “Odong-Odong”, Begini Respons Menteri BUMN
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (dulunya Kementerian PUPR) mengungkapkan, sistem bayar tol nontunai, nirsentuh, nirhenti akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Tol Bali-Mandara.
“Kita mengusulkan di Desember (2024) COD (commercial operation date), ini kita sedang berdiskusi. Uji cobanya (tahap pertama) di Bali-Mandara, kemudian tahap keduanya di tujuh ruas transisi, tapi nanti kita lihat hasil di Bali dulu,” kata Direktur Jenderal Bina Marga, Rachman Arief Dienaputra beberapa waktu lalu.

