Prasasti Sebut Rencana Prabowo Bolehkan WNA Jadi Direksi BUMN Langkah Tepat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat ekonomi sekaligus Policy & Program Director Prasasti for Policy Studies, Piter Abdullah, merespons rencana Presiden Prabowo Subianto yang bakal membolehkan warga negara asing (WNA) untuk mengisi kursi direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kalau menurut saya, saya sangat setuju," kata Piter saat ditemui usai peluncuran Kajian 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran oleh Prasasti di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Menurut Piter, rencana tersebut diyakini sebagai upaya Prabowo untuk mendorong agar BUMN dapat bersaing di pasar global. Ia memandang mimpi Prabowo agar BUMN dapat naik kelas dan bersaing di pasar global, salah satunya akan terwujud dengan merekrut ekspatriat internasional yang ahli di bidangnya.
Piter mencontohkan, langkah terbaru PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan merekrut dua orang WNA sebagai direktur, dapat menjadi pilot project ke depannya.
Ia meyakini, saat ini Garuda Indonesia tidak hanya membutuhkan suntikan dana untuk membangkitkan kinerja perseroan. Melainkan turut membutuhkan adanya tenaga kerja profesional yang kompeten.
"Garuda ini kan kita ingin dia itu compete di pasar global. Namanya penerbangan, itu pastinya bermainnya di pasar global. Loh, kenapa kita mempertanyakan dia untuk ada WNA yang menjadi pimpinan? Sementara kita mengharapkan dia untuk compete di pasar global," jelasnya.
Dalam kesempatan terpisah, CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, buka suara perihal PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang baru saja merombak jajaran manajemen. Ia menyebut langkah tersebut merupakan tindaklanjut dari upaya Danantara dalam memperkuat manajemen Garuda Indonesia.
Baca Juga
Garuda (GIIA) Punya 2 Direktur WNA, Rosan: Kita Tak Setengah-setengah Berbenah
"Kita juga ingin memperkuat Garuda ini secara keseluruhan, baik dari finansialnya, dari planning-nya, dan yang lainnya. Kalau dari finansial contohnya kita sudah menaruh US$ 405 juta, ke depan pun kita masih akan memperkuat modalnya. Dengan catatan bahwa memang semua rencana dan planning-nya bisa tereksekusi dengan baik," jelasnya saat ditemui di The St. Regis, Jakarta, Rabu (16/10/2025) malam.
Rosan mengungkap manajamen Garuda Indonesia diisi dua orang asing atau ekspatriat yang diyakini bakal mengoptimalkan kinerja perseroan ke depan. Keduanya adalah Balagopal Kunduvara yang menjabat sebagai direktur keuangan dan manajemen risiko, serta Neil Raymond Mills yang dipercaya menjadi direktur transformasi.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mengungkap upaya melakukan transformasi terhadap BUMN yang lebih baik ke depannya melalui Danantara. Ia menyebut telah memberikan arahan kepada Danantara untuk memangkas jumlah BUMN.
"Saya telah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk merasionalisasi segalanya, memangkas dari seribu BUMN menjadi 200, 230, atau 240. Dan kemudian menjalankannya dengan standar internasional," kata dia saat berdialog dengan Steve Forbes dalam rangkaian agenda Forbes CEO Global Conference ke-23 di The St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Kemudian Kepala Negara juga meminta agar jajaran direksi BUMN diisi oleh talenta-talenta terbaik, termasuk WNA. Ia memastikan telah mengubah regulasi sehingga WNA kini boleh memimpin BUMN.
"Sekarang expatriate, WNA bisa memimpin BUMN," sebutnya.

