Temui Buyer India di TEI 2025, Mendag Rayu Pengusaha Investasi di Sektor Manufaktur RI
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengajak perusahaan dan investor India untuk menjajaki berbagai peluang kemitraan dengan pelaku usaha Indonesia dalam upaya memperluas hubungan bilateral di sektor industri.
Mendag Budi mengatakan, pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama ekonomi dengan India. Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan delegasi buyer India di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
“Saya mendorong perusahaan dan investor India untuk menjajaki kemitraan dengan perusahaan- perusahaan Indonesia, khususnya di bidang manufaktur, pengolahan makanan, dan industri hijau,” ucap Mendag Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (17/10/2025).
Mendag Budi menyebut, pertemuan ini menjadi momentum penting penguatan hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan India sebagai dua mitra strategis di kawasan Indo- Pasifik.
"India merupakan mitra strategis yang berpotensi besar untuk memperdalam kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Kami berharap, pertemuan ini dapat membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan kolaborasi industri antara kedua negara,” tambahnya.
Beberapa asosiasi pengusaha seperti Southern Gujarat Chamber of Commerce and Industry (SGCII), MSME Business Forum India, Goldfinch India Business Association, Halal India, dan Bangalore Furnitures Associations hadir dalam pertemuan tersebut.
Turut hadir juga Wakil Duta Besar RI New Delhi Yudho Sasongko, Konsulat Jenderal RI Mumbai Edy Wardoyo, Atase Perdagangan di New Delhi Mohamad Iqbal Djamil, dan Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Chennai Nugroho Priyo Pratomo.
Diketahui, India tercatat sebagai tujuan ekspor ke-4 terbesar dan sumber impor ke-10 terbesar bagi Indonesia. Periode Januari—Agustus 2025, total perdagangan Indonesia dan India tercatat sebesar US$ 15,76 miliar dengan ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 12,59 miliar dan impornya US$ 3,17 miliar sehingga Indonesia menikmati surplus sebesar US$ 9,42 miliar.
Sementara pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 26,07 miliar dengan ekspor Indonesia sebesar US$ 20,38 miliar dengan impor sebesar US$ 5,68 miliar sehingga Indonesia surplus sebesar US$ 14,70 miliar.

