Ekspor RI Januari–Agustus 2025 naik 7,72% jadi US$185,12 miliar.
●
Surplus perdagangan RI bertahan 64 bulan, capai US$29,14 miliar hingga Agustus 2025.
TANGERANG, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang ke-40 akan menghasilkan nilai transaksi sebesar US$ 16,5 miliar atau sekitar Rp 273,5 triliun dengan kurs Rp16.500 per dolar AS. Ia berharap, angka tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
"Diharapkan dapat berkontribusi bagi peningkatan ekspor, daya tarik investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional," ucap Mendag Budi di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Rabu, (15/9/2025).
Selain itu, Mendag Budi juga mengatakan, TEI 2025 memperoleh antusiasme yang tinggi dari para eksportir dan buyer, yakni terdapat sebanyak 1.619 peserta berpartisipasi, dan hingga saat ini Kemendag mencatat sebanyak 8.045 orang buyer terdaftar dari 130 negara. Sekadar informasi saja, pada tahun sebelumnya ajang serupa mampu menghasilkan transaksi sebesar US$ 15 miliar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan kata sambutan dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (15/10/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
"TEI merupakan momen yang selalu ditunggu-tunggu setiap tahun, sebuah perayaan besar, yang tidak hanya menyatukan para pelaku usaha nasional, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan ribuan bayar dari seluruh penjuru dunia," ungkapnya.
Lebih lanjut, Mendag Budi mengungkapkan, di saat dunia masih dihadapkan pada dinamika perdagangan global yang penuh gejolak, Indonesia mampu menjaga trend surplus yang konsisten dan menuruhkan capaian ekspor yang terus meningkat.
Berdasarkan data pada periode Januari-Augustus 2025 nilai ekspor Indonesia meningkat 7,72% atau senilai US$ 185,12 miliar, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar US$ 171,86 miliar. Sementara itu surplus perdagangan kumulatif sebesar US$ 29,14 miliar atau meningkat 53,3% dibandingkan tahun lalu sebesar US$19,1 miliar.
Dengan data-data tersebut, manta Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag ini menyatakan bahwa sejak Mei 2020 hingga Agustus 2025, Indonesia telah mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 64 bulan berturut-turut.
"Capaian kinerja ekspor ini diharapkan dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%," tambah Mendag Budi.