Purbaya Buka Peluang Turunkan PPN di 2026, Bos Toyota: Bagus!
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mempertimbangkan secara matang mengenai rencana untuk menurunkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada 2026. Langkah ini ditanggapi secara positif oleh pelaku industri di sektor otomotif.
"Ya bagus," kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Rabu (15/10/2025).
Menurut Bob Azam, rencana untuk menurunkan pajak tersebut juga dapat menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menciptakan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penerimaan negara.
"Jadi menurut saya harus dipelajari ya bahwa dengan menurunan PPN itu bisa meng-create ekonomi seperti apa. Yang akhirnya meng-create revenue kepada pemerintah dan income pemerintah naik," ungkapnya.
Baca Juga
Pasalnya, menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini, menurunkan pajak tidak selalu akan berdampak pada penurunan pendapatan negara itu sendiri.
"Sebenernya kan pemikirannya Pak Purbaya ya seperti yang jadi opini kita sudah lama, menaikkan tax rate itu tak selalu menaikkan revenue. Dan tidak selalu menurunkan tax rate itu menurunkan revenue," terang Bob.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa masih mempertimbangkan secara masak penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk 2026. Terkait hal tersebut, ia mengaku masih akan melihat kondisi ekonomi hingga akhir tahun ini.
“Jadi gini, kita akan lihat seperti apa akhir tahun. Ekonominya seperti apa. Uang saya yang dapat sampai akhir tahun seperti apa,” kata Purbaya, saat konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2025, dikutip Rabu (15/10/2025).
Purbaya menjelaskan sampai saat ini dia belum mendapat kajian yang jelas mengenai penerapan PPN ini. Dia memprediksi penurunan PPN dapat mendorong daya beli masyarakat ke depan.
“Nanti akan kita lihat, bisa nggak kita turunkan PPN itu. Tapi kita pelajari dulu hati-hati,” ujar dia.

