Bahlil Mau Indonesia Kendalikan Harga Batu Bara Dunia, Begini Jurusnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berambisi membuat Indonesia turut bisa mengendalikan harga batu bara dunia. Untuk itu, pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi pemegang izin usaha pertambangan (IUP) mineral dan batu bara (minerba) diubah menjadi setiap 1 tahun.
Sebelum ini, pengajuan RKAB dilakukan setiap 3 tahun sekali. Namun, Bahlil menilai hal tersebut kurang efektif karena evaluasi harus dilakukan setiap tahun. Dengan demikian, pemerintah bisa mengontrol jumlah produksi batu bara nasional, sehingga harga batu bara global bisa tetap stabil.
“Kemarin DPR mengusulkan di dalam rapat kerja dengan ESDM, bahwa kita akan melakukan evaluasi terhadap sistem RKAB dari 3 tahun menjadi 1 tahun dengan memperhatikan volume, agar nilai batu bara dunia dapat kita juga ikut mengendalikan dari Indonesia,” kata Bahlil dalam acara Minerba Convex di Jakarta International Convention Center, Rabu (15/10/2025).
Baca Juga
PP 39/2025 Terbit, Koperasi Kini Bisa Kelola Tambang Mineral dan Batu Bara
Dia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang didapatnya dari Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno, harga batu bara terus mengalami penurunan. Menurutnya, ini terjadi karena suplai batu bara yang terlalu banyak.
“Total konsumsi batu bara dunia, dalam catatan yang disampaikan kepada saya, itu totalnya sekitar 8-9 miliar ton per tahun. Namun, yang diperdagangkan itu, yang trading-nya itu kurang lebih sekitar 1,3-1,4 miliar ton per tahun,” ucap Bahlil.
Mantan Menteri Investasi itu membeberkan, Indonesia sendiri di dalam RKAB 2025 mencatatkan produksi batu bara sebanyak 800-900 juta ton. Sementara itu, yang diekspor kurang lebih sekitar 500-600 juta ton.
“Jadi 40%-45% total ekspor batu bara dunia itu dari Indonesia. Artinya apa? Ini supply and demand. Begitu kita terlalu banyak ketersediaan barang, yang terima sedikit, itu pasti harganya anjlok,” tutur dia.
Baca Juga
Pasar Batu Bara "Menghangat" Sinyal Pemulihan Permintaan, Apa yang Dibaca Produsen?
Indonesia diketahui sebagai salah satu negara penghasil batu bara terbesar di dunia. Kementerian ESDM mencatat cadangan batu bara Indonesia mencapai 31,96 miliar ton dengan jumlah perusahaan tambang mencapai 959 perusahaan.
Dikutip dari Trading Economics, harga batu bara Newcastle untuk Oktober 2025 turun US$ 0,6 menjadi US$ 103,8 per ton. Sedangkan harga batu bara Newcastle November 2025 terpangkas US$ 0,55 menjadi US$ 105,55 Sementara Desember melemah US$ 0,4 menjadi US$ 106,9 per ton.
Adapun, harga batu bara Rotterdam untuk Oktober 2025 terkoreksi US$ 0,05 menjadi US$ 89,05. Sedangkan, November 2025 naik US$ 0,25 menjadi US$ 90,1 dan Desember 2025 juga menguat US$ 0,20 menjadi US$ 90,95.

