Bos Danantara Sebut Kurang dari 1% Potensi Energi Terbarukan RI yang Dimanfaatkan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani, menyebut pekerjaan rumah (PR) berat mesti dituntaskan oleh Indonesia apabila ingin mencapai target net zero emission pada tahun 2060.
Rosan mengungkap bila berbicara tentang energi terbarukan, Indonesia memiliki mencapai hingga 3.700 gigawatt. Namun saat ini, kapasitas terpasang baru sekitar 15,1 gigawatt atau kurang dari 1%.
“Potensi tersebut sebagian besar berasal dari tenaga surya, hidro, pasang surut, angin, dan panas bumi,” kata Rosan dalam agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jumat (10/10/2025).
Kepala BKPM menekankan, target mencapai komitmen net zero emission pada 2060 harus diwujudkan dengan langkah-langkah nyata. Terlebih, ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar target tersebut dipercepat menjadi tahun 2050.
“Karena itu, melihat potensi ini, kita perlu bertindak,” ujarnya.
Baca Juga
Rosan Roeslani Ungkap Faktor Pendukung RI Bisa Pimpin Transisi Energi Global
Atas dasar realita tersebut, ia membeberkan pemerintah melalui PT PLN (Persero) telah menyusun RUPTL hingga tahun 2034 di mana 76% tambahan kapasitas pembangkit listrik akan berasal dari energi terbarukan, termasuk energi nuklir dan penyimpanan energi.
“Ini adalah potensi yang sangat besar, dan inilah yang ingin kami bagikan kepada Anda semua,” ungkapnya.
Pada saat yang sama, Rosan juga menyebut Indonesia memiliki potensi besar terkait penyimpanan karbon atau carbon capture storage (CCS).
Dengan besarnya potensi tersebut, Rosan mengajak adanya keterlibatan dari investor baik yang datang dari dalam maupun luar negeri.
“Karena kita tidak bisa melakukannya sendiri. Kita bekerja sama dengan mitra asing maupun domestik demi mencapai tujuan ini,” turur dia.

