Satgas Pastikan 29 Kontainer Udang Dinyatakan Aman dari Kontaminasi Cs-137
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 (Cs-137) memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam memastikan keamanan produk ekspor, perlindungan masyarakat, serta pengendalian sumber kontaminasi di dalam negeri.
Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas, Bara Krishna Hasibuan, menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitmen menuntaskan masalah paparan zat radioaktif Cesium-137 terhadap udang Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat (AS) dengan cepat, transparan, dan ilmiah.
“Langkah penanganan dilakukan secara terkoordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menjamin keselamatan masyarakat serta menjaga kepercayaan mitra dagang internasional terhadap produk Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/10/2025).
Ia menjelaskan, dua kontainer produk udang yang diduga terkontaminasi Cs-137 telah tiba kembali dari Amerika Serikat. Satu kontainer masih dalam proses pengujian oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sedangkan satu kontainer lainnya sedang ditangani tim Satgas di Pelabuhan Tanjung Priok.
Baca Juga
Zulhas Sebut Udang yang Terpapar Zat Radioaktif Aman Dikonsumsi, Apa Alasannya?
Dari total 29 kontainer Return-on-Board (ROB) yang telah diperiksa, seluruhnya dinyatakan bebas kontaminasi Cs-137 dan telah dikembalikan kepada perusahaan. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama US Food and Drug Administration (USFDA) sepakat untuk menyusun Nota Kesepahaman (MoU) mengenai sertifikasi keamanan produk udang.
Di dalam negeri, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menemukan indikasi kontaminasi Cs-137 pada 22 fasilitas produksi di Kawasan Industri Modern Cikande. PT Bahari Makmur Sejahtera (BMS) telah selesai didekontaminasi dan dinyatakan aman oleh BAPETEN, sementara 21 fasilitas lainnya sedang dalam proses dekontaminasi.
Dari sisi kesehatan masyarakat, Kementerian Kesehatan telah memeriksa 1.591 pekerja dan warga dari dua lokasi terdampak. Sebanyak 9 orang terdeteksi positif terpapar Cs-137, telah dirujuk ke RSUP Fatmawati, mendapatkan penanganan medis, dan dipulangkan dalam kondisi stabil.
Selain itu, menindaklanjuti laporan US FDA terkait dugaan kontaminasi pada produk cengkeh Indonesia, Pemerintah melalui BAPETEN telah mengirim tim untuk melakukan pemeriksaan lapangan.

