Mendag Pastikan Ekspor Udang RI ke AS Aman Meski Ada Temuan Zat Radioaktif
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan kasus kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 pada udang beku Indonesia tidak berdampak pada ekspor ke Amerika Serikat (AS). Ia menyebut hanya empat kontainer yang terdampak pengembalian.
“Enggak enggak (terdampak ke ekspor), jadi kalau yang dikembalikan kan 4 kontainer yang mengandung CS-137 ya. Nah yang lainnya enggak ada masalah,” ujar Budi saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (8/9/2025).
Baca Juga
“Reshuffle” Kabinet: Purbaya Menkeu, Mukhtarudin Menteri P2MI, Ferry Menkop, Irfan Menteri Haji
Meski ekspor tetap berjalan normal, Mendag menekankan pentingnya langkah mitigasi agar kasus serupa tidak terulang. Pemerintah disebut segera memastikan produk ekspor, khususnya udang, aman dari zat berbahaya.
“Ya justru kita itu bagaimana bisa mitigasi ke depan itu tidak ada kasus itu lagi, ke Amerika enggak ada masalah sepanjang memang enggak mengandung (zat-zat berbahaya),” jelasnya.
Adapun kronologi kasus dimulai pada 19 Agustus 2025 ketika FDA Amerika Serikat menarik produk udang beku PT Bahari Makmur Sejati (BMS) karena indikasi terkontaminasi Cesium-137. Sehari kemudian, Mendag menyampaikan pemerintah melakukan inspeksi bersama KKP dan Bapeten.
Baca Juga
IHSG Berbalik Anjlok 1,28% Usai Menkeu Sri Mulyani Terkena Reshuffle Kabinet
Pada 21 Agustus 2025, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mengungkap indikasi sumber radiasi di kawasan Cikande, Serang. Bapeten kemudian menemukan scrap metal mengandung Cesium-137 pada 22 Agustus di lokasi besi bekas kawasan Industri Modern Cikande. Material itu diamankan dan PT BMS menghentikan ekspor sementara.
Investigasi berlanjut 23–24 Agustus dengan memperluas radius pemeriksaan hingga dua kilometer dari lokasi. Bapeten menemukan tambahan titik paparan radiasi. Proses penyelidikan masih berjalan untuk memastikan sumber utama kontaminasi tersebut.

