Pengembangan TOD Dukuh Atas Bakal Membuat Pergerakan Pejalan Kaki 2 Kali Lebih Banyak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas dapat meningkatkan volume pergerakan pejalan kaki hingga dua kali lipat pada 2030 dibandingkan saat ini.
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud menyampaikan, saat ini jumlah pergerakan harian di kawasan Dukuh Atas tercatat sekitar 75.000 – 80.000 orang. Dengan adanya pembangunan jembatan interkoneksi, angka tersebut berpotensi naik signifikan.
“Kalau sampai 2030 ya mungkin bisa dua kalinya lah ya,” kata Farchad saat ditemui di kantornya, Rabu (8/10/2025).
Menurut Farchad, jembatan interkoneksi ini akan menghubungkan sejumlah moda transportasi di Dukuh Atas, mulai KRL, KA Bandara, LRT Jakarta Fase 1C, LRT Jabodebek, hingga Stasiun Sudirman Lama. Integrasi ini dinilai akan memudahkan pergerakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan kawasan sekitarnya.
Konsep pengembangan TOD Dukuh Atas diawali dari kerja sama MRT Jakarta dengan Urban Renaissance Agency (UR Agency) melalui penandatanganan nota kesepahaman pada April 2024. Proyek ini dirancang menggunakan skema creative financing tanpa mengandalkan anggaran pemerintah.
“Konsepnya nanti kita mencari pendanaan melalui creative financing seperti apa, dan sekarang prosesnya sedang berlangsung. Jembatan ini bukan hanya fasilitas publik, tetapi juga ada fungsi komersialnya sehingga bisa self-funded,” jelas Farchad.
Adapun pendanaan awal dilakukan melalui grant dari Japan International Cooperation Agency (JICA) yang mendukung studi kelayakan proyek tersebut. MRT Jakarta menargetkan pembangunan interkoneksi ini dapat terealisasi pada 2027.
“Ketika kawasan di sekitar tumbuh, tentu akan menambah jumlah orang yang lalu-lalang. Dukungan infrastruktur publik seperti interconnection bridge menjadi kebutuhan,” tutur Farchad.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan pengembangan kawasan TOD Dukuh Atas sebagai pusat integrasi transportasi publik di perkotaan. Dalam rencana tersebut, Patung Jenderal Sudirman di Jalan Jenderal Sudirman akan dipindahkan ke arah Jalan MH Thamrin untuk mendukung pengembangan kawasan.
Farchad menyampaikan, Dukuh Atas merupakan kawasan yang telah dilengkapi berbagai moda transportasi, seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek, commuter line, Transjakarta, dan kereta bandara. Namun, konektivitas antar moda di kawasan ini dinilai belum terhubung optimal.
"Saat ini di kawasan Dukuh Atas adalah salah satu kawasan TOD Jakarta yang cukup lengkap dari sisi fasilitas transportasi publik, tetapi tidak serta-merta terkoneksi," kata Farchad dalam konferensi pers di kantor MRT Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025).
Konsep integrasi yang dikembangkan disebut "Cincin Donat", yaitu sistem yang akan menghubungkan empat titik moda transportasi utama di kawasan tersebut melalui jembatan khusus pejalan kaki.
"Jembatan ini akan membentuk koneksi melingkar yang menghubungkan satu moda ke moda lainnya. Fokusnya bukan pada kendaraan bermotor, melainkan pada pejalan kaki," pungkas Farchad.

