Makin Diminati, LRT Jabodebek di Dukuh Atas Catat Pengguna Hampir 2 Juta
BOGOR, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat jumlah pengguna LRT Jabodebek yang naik dari Stasiun Dukuh Atas BNI mencapai hampir 2 juta orang selama semester I 2025.
"Selama Januari hingga Juni 2025, tercatat 1.994.163 pengguna tap in dan 1.805.717 pengguna tap out di stasiun ini. Jumlah ini meningkat masing-masing 37,35% dan 30,99% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, yang mencatat 1.451.857 tap in dan 1.378.491 tap out," ungkap Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi melalui keterangan tertulis, Senin (28/7/2025).
Baca Juga
Waskita (WSKT) Ungkap Progres LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Capai 57,75%
Adapun jumlah tersebut meningkat masing-masing 37,35% dan 30,99% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. "Pada semester pertama tahun lalu, tercatat sebanyak 1.451.857 tap in dan 1.378.491 tap out di stasiun yang sama," tambah Purnomosidi.
Stasiun Dukuh Atas BNI merupakan simpul integrasi transportasi yang menghubungkan LRT Jabodebek dengan sejumlah moda transportasi lainnya, seperti commuter line di Stasiun Sudirman, Kereta Bandara di Stasiun BNI City, serta MRT Jakarta di Stasiun Dukuh Atas BNI. Selain itu, stasiun ini juga memiliki akses ke layanan Transjakarta Koridor 1 dan 4, Mikrotrans, serta transportasi online.
Baca Juga
LRT Jabodebek Layani Lebih dari 2 Juta Pengguna Selama Libur Sekolah
Purnomosidi menyampaikan, peningkatan jumlah pengguna di Stasiun Dukuh Atas BNI mencerminkan pertumbuhan mobilitas masyarakat melalui sistem transportasi terintegrasi. Dia turut menekankan, LRT Jabodebek akan terus mengembangkan layanan transportasi yang terhubung dan mendukung efisiensi mobilitas masyarakat di wilayah perkotaan.
"Stasiun Dukuh Atas BNI menjadi contoh nyata bagaimana integrasi antar-moda mampu meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan masyarakat. Stasiun ini tak hanya menjadi titik transit, tetapi juga representasi nyata dari masa depan transportasi publik terintegrasi dan efisien," pungkas Purnomosidi

