KAI Beberkan Rencana Besar Pengembangan TOD Manggarai, Tanah Abang, dan Dukuh Atas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin memaparkan rencana besar pengembangan kawasan berbasis transportasi massal atau transit oriented development (TOD) di tiga titik utama Jakarta, yakni Manggarai, Tanah Abang, dan kawasan Sudirman – BNI City – Karet (Dukuh Atas). Hal ini disampaikan saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peninjauan masterplan pengembangan kawasan TOD di Stasiun Manggarai, Selasa (4/11/2025).
Bobby menjelaskan, konsep TOD akan menjadikan kawasan sekitar stasiun sebagai pusat kehidupan kota yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi publik, sekaligus menghadirkan hunian vertikal dan ruang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Konsep TOD ini disiapkan untuk menjadikan stasiun sebagai pusat kehidupan kota tempat masyarakat beraktivitas, bekerja, dan berinteraksi dalam satu kawasan yang terhubung dengan moda transportasi publik. KAI ingin menghadirkan kota yang lebih efisien, inklusif, dan berdaya saing,” kata Bobby dalam keterangannya, dikutip Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, pengembangan TOD juga menjadi bagian dukungan KAI terhadap program 3 juta rumah rakyat. “Melalui pengembangan TOD, kami ingin mendukung penyediaan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), ruang terbuka hijau, serta jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman di sekitar kawasan stasiun,” jelas Bobby.
Baca Juga
Berdasarkan masterplan, kawasan TOD Manggarai memiliki potensi pengembangan seluas 64 hektare (ha) dengan gross floor area (GFA) mencapai 1,4 juta meter persegi (m2). Area tersebut dirancang terintegrasi dengan lima moda transportasi publik dan menyediakan ruang terbuka hijau seluas 5.000 m2. Proyek ini berpotensi menghadirkan hingga 21.000 unit hunian vertikal di sekitar stasiun.
“Stasiun Tanah Abang memiliki potensi pengembangan kawasan seluas 77,5 hektare dengan tahap awal GFA sebesar 4,8 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai green and mixed-use development yang terhubung dengan empat moda transportasi publik. Saat ini, Stasiun Tanah Abang melayani lebih dari 90.000 pengguna setiap hari dan terus mencatat peningkatan pada hari kerja,” papar Bobby.
Sementara itu, lanjut Bobby, kawasan Sudirman – BNI City – Karet (Dukuh Atas) dikembangkan sebagai sportainment & lifestyle hub dengan GFA 4,8 ha pada tahap awal. Kawasan ini akan menghubungkan lima stasiun melalui jalur pedestrian river side walk, serta terintegrasi dengan LRT Jabodebek dan MRT Jakarta.
Terpisah, Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan, masterplan yang ditinjau Presiden Prabowo merupakan rancangan jangka panjang yang masih dalam tahap perencanaan.
“Presiden melihat langsung rancangan pengembangan kawasan TOD yang akan memperkuat integrasi transportasi publik dan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. KAI berkomitmen agar setiap pengembangan kawasan ini mengedepankan keberlanjutan dan manfaat sosial,” tandasnya.
Baca Juga
KAI Siapkan 8 Kereta Khusus Petani dan Pedagang Mulai November 2025
Anne menambahkan, pengembangan TOD menjadi bagian strategi jangka panjang KAI untuk menghadirkan ruang hidup yang terhubung, produktif, dan berkelanjutan.
“TOD menjadi potret integrasi transportasi publik, hunian, dan kegiatan ekonomi yang saling mendukung, sehingga mobilitas masyarakat semakin mudah dan kualitas hidup perkotaan meningkat,” pungkasnya.

